
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Mau tak mau, Queen pun mengangguk setuju pada alasan yang Varo berikan.
Namun bu Tia tak lantas percaya begitu saja, dia justru berjalan kearah bangku Queensa dan mengambil kertas yang tadi Varo lempar padanya.
Dia yakin jika kertas itu adalah kertas yang Varo minta untuk Queen isi dengan jawaban dari soal ulangan.
Dia membawa kertas yang sudah lusuh itu dan memberikannya pada Varo, "Baca!"
"Mampus gue! Mana itu kertas gue asal sobek dari notenya si Bima lagi, isinya aja gue tau apaan?!" batin Varo yang gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Dengan berat hati, Varo pun menerima kertas itu dan dia terbelalak kaget saat melihat tulisan yang tersuguh di dalamnya.
"Sial!" umpat Varo dalam hati.
Rasanya ia ingin sekali mengunyeng-unyeng kepala Bima, pria gendut yang duduk di bangku sebelahnya.
Namun saat dia menatap ke arah pria gempal itu dengan tatapan menusuk.
Bima yang sudah sadar dengan apa yang akan terjadi sebentar lagi pun segera memalingkan wajahnya dan menatap kearah lain sembari pura-pura bersiul tanpa suara.
Dia tak ingin menjadi sasaran kemarahan seorang Alvaro Graham, meskipun itu juga bukan salahnya karena tadi Varo yang tiba-tiba saja merebut note miliknya dan menyobeknya untuk dia lempar pada Queensa.
Semua murid pun menunggu dengan wajah penasaran, karena jika dilihat dari raut wajah Varo mereka sudah bisa menebak jika Varo memang tadi sedang meminta contekan pada Queensa.
Lain pemikiran Varo dan para penghuni kelas sesat itu, lain pula pemikiran Queensa.
Jika varo berekspresi geram setelah melihat isi kertas itu, sudah bisa ditebak jika isinya bukanlah hal yang baik.
Tapi Queen tau pasti jika Varo tadi tidak berniat sama sekali untuk meminta contekan, karena dia hanya menanyakan tentang apa yang mereka sepakati kemarin.
Lalu kenapa wajah Varo seperti itu? Itulah yang menjadi tanda tanya besar di kepala Queensa.
"Ibu menyuruhmu membacanya, bukan hanya melihatnya, Varo."
Varo pun mendesah pasrah, dan mau tidak mau dia harus membacakan isi kertas itu di depan semua rakyat kelas Sesat, sebelas sosial satu.
1.Telur ayam 1 kilo
2.Bawang merah ½ kilogram
3.Bawang putih 1½ kilogram
Seluruh penghuni kelas Sesat itu pun tertawa terpingkal-pingkal, mendengar apa yang Varo baca, tak terkecuali bu Tia dan Queen.
Sedangkan Varo tak tak henti-hentinya mengumpat Bima dalam hatinya, bersamaan dengan setiap daftar belanja emaknya Bima itu dia baca.
"Awas aja lo Bima Sakti! Abis ini lo bakalan gue bejek-bejek terus gue jadiin bakso, biar tambah bulet tuh badan." umpat Varo dalam hati, sebelum kembali melanjutkan membaca satu persatu tulisan tangan Bima di kertas itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...