Queensa

Queensa
Queensa "50"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tanpa terasa, sebuah bulir air mata menetes dari netra hazel milik gadis cantik itu. Bahkan hingga lagu itu selesai di nyanyikan pun, Queensa masih mematung dan tenggelam dalam lamunannya sendiri.


Hingga sebuah tepukan di bahunya membuat Queensa tersadar dari lamunannya itu, dan dia pun langsung menghapus air mata yang membasahi pipinya lalu menoleh pada si pemilik tangan yang kini masih nangkring cantik di pundaknya.


"Magadir? Ngapain lo di sini? Singkirin tangan busuk lo dari pundak gue, sebelum gue patahin tangan lo!" Queen langsung mengubah ekspresi sendunya menjadi ekspresi seorang gadis tangguh, secepat membalikkan telapak tangan.


Tatapan membunuh yang ia arahkan pada si Magadir yang tidak lain adalah, Farrel itu pun membuat pria itu langsung mengangkat kedua tangannya ke atas seperti seorang buronan yang tertangkap.


"Gue cuma mau ngobrol aja sama lo Queen, gue nggak nyangka aja lo masih inget tempat biasa kita makan bareng." Dengan kepercayaan diri tingkat dewanya itu, Farrel pun duduk di depan Queensa.


"Cih! Lo itu terlalu PD atau emang nggak tau diri? Jauuuuuuh... sebelum gue kanal sama lo, cafe ini emang langganan gue. So, buang jauh-jauh rasa percata diri lo yang over itu."


Farrel mengepalkan erat tangannya di bawah meja, mendengar jawaban Queensa yang menurutnya sangat mempermalukan dirinya itu.


Namun dia tak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk menginginkan Queensa kembali padanya.


Farrel dengan berani menggenggam tangan Queensa dan membuat Queensa membelalakkan matanya kesal, pada si Magadir itu sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Farrel.


Hingga sebuah tangan kekar lainnya, mencengkram lengan Farrel yang tengah menggenggam paksa tangan Queensa hingga Farrel merintih kesakitan.


Queen dan Farrel pun auto mengalihkan pandangan mereka pada si pemilik tangan kekar itu, yang ternyata adalah Alana.


Sejak dia masih memainkan gitarnya di atas panggung tadi, dia sudah melihat sosok Queensa yang tengah duduk di antara para pengunjung.


Meskipun terlihat jelas jika pada awalnya Queen hanya mendengarkan alunan musik itu, dan baru menoleh ke arah panggung saat Varo mulai bernyanyi.


Alana sangat yakin jika Queen terkejut melihat musuh bebuyutannya, Varo sedang ada di sana. Karena saat dia melempar senyum pada Queen, gadis itu sepertinya tidak melihat kearahnya melainkan pada Varo.


Meskipun dia sendiri tidak tau apa arti dari tatapan Queensa, entah itu tatapan kebencian, keterkejutan, atau justru tatapan karena terpesona dengan sosok Varo.


Namun Alana yang baru saja turun dari panggung setelah menyelesaikan lagunya, langsung mengerutkan dahinya saat melihat seorang laki-laki yang seumuran dengannya tengah menghampiri Queensa.


Awalnya dia mengira jika laki-laki itu adalah pacar dari Queen, dan mereka memang sedang janjian di cafe itu sehingga Alana yang tadinya baru akan menghampiri Queensa pun mengurungkan niatnya itu.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...