Queensa

Queensa
Queensa "261"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen berkata, "Bersenang-senanglah selama beberapa hari, sebelum aku benar-benar menghancurkanmu, Mr.D!"


Setelah mengatakan hal itu, Queen pun menginjak alat itu hingga hancur berkeping-keping.


Orang di seberang sana yang Queen panggil dengan sebutan Mr.D itu, langsung menggeram kesal karena ternyata Queen jauh lebih berbahaya dari yang dia kira.


Beberapa langkah terdengar dari luar, sekelompok orang mengenakan seragam masuk ke dalam ruangan itu.


"Saudari Queensa?" tanya salah seorang dari mereka.


Queen mengangkat tangannya, "Ini saya."


"Apakah anda yang melaporkan orang-orang di daftar ini atas kasus korupsi." Kapten itu mengangkat sebuah daftar nama dan menyerahkannya pada Queen.


Queen mengangguk lagi dan membenarkan, "Benar, itu memang saya."


"Berdasarkan bukti yang telah Saudari Queensa Abaraham berikan, orang-orang ini telah di tetapkan sebagian tersangka."


Para anggota yang menerima isyarat dari sang kapten segera memborgol orang-orang yang ada dalam daftar tersangka.


Kapten itu mendekati salah satu dari para tersangka, "Saudara Gilang, anda kami tahan atas dasar korupsi dan juga sebagai tangan kanan dalam kasus pembunuhan berencana."


Gilang tiba-tiba tertawa dengan gila dan menatap Queen dengan tajam, "Memangnya kenapa kalau saya di penjara? Toh, apa yang udah saya ambil selama ini tidaak akan pernah kembali pada kalian!" serunya dengan penuh percaya diri.


Namun Queen sama sekali tidak panik saat mendengar hal itu dan justru tersenyum sinis menatap Gilang, "Apa anda pikir saya sebodoh itu dan datang tanpa persiapan yang matang?"


"K-kamu?" Mata Gilang membola sempurna, saat mendengar ucapan Queen yang begitu tenang dan meyakinkan.


"Perlu anda tau, pak Gilang. Sebelum saya datang ke sini, semua rencana saya sudah matang. Semua uang hasil korupsi yang kalian semua sembunyikan, saya sudah tau keberadaannya. Bahkan juga uang yang kalian ambil, sebelum perempuan itu datang, saya juga sudah mendapatkannya," ujar Queen dengan santai, "Jadi, usaha kalian selama ini bisa di bilang gatot alias gagal total." Imbuh Queen sambil cekikikan.


Ada sekitar 9 orang yang di bawa polisi, mereka berteriak-teriak tidak bersalah, tapi Queen hanya menatap mereka dengan dingin sampai mereka benar-benar hilang dari pandangannya.


"Ehem!" suara deheman itu membuat Queen mengembalikan fokusnya, "Setelah kejadian ini, kami semua kira-kira sudah bisa mengerti apa yang terjadi. Tapi..."


Queen mengangkat sebelah alisnya, menunggu orang itu menyelesaikan kalimatnya, "Kita belum yakin untuk menyerahkan kursi direktur utama di Abraham Group ini, pada anda, Nona Queensa. Kami tidak yakin anda mampu memimpin perusahaan ini, di usia anda yang masih remaja."


Para pemegang saham itu mengamati reaksi Queen dengan seksama.


Tidak ada kemarahan atau arogansi yang kekanakan di sana, Queen justru tampak sangat tenang, stabil dan percaya diri.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...