Queensa

Queensa
Queensa "138"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dan mereka semua pun tertawa melihatnya, sedangkan Adam hanya cemberut sambil memijit-mijit kakinya yang masih terasa ngilu-ngilu sedap.


"Woy, Sa. Lo beneran sakit ya? Diem mulu dari tadi, jangan-jangan sariawan ya lo?" tanya Alvin yang memang bingung karena sedari tadi, Sasa alias Lea yang sedang menyamar itu daritadi hanya diam tak bersuara.


Lea yang ditanya secara mendadak pun auto gelagapan, dan segera menatap pada Alana untuk meminta bantuan.


"Gue kan udah bilang tadi, tenggorokannya si Sasa itu lagi sakit." Sahut Alana.


"Wuih, sekarang alih profesi ya lo jadi jubirnya si Sasa." Alvin terkekeh karena justru Alana yang menjawab pertanyaannya dan menjadi jubir alias juru bicara bagi Sasa.


"Berisik banget sih kalian. Udah tuh nonton lagi ayang lo yang lagi balapan." Sela Selena untuk mengalihkan perhatian Adam dan Alvin dari Sasa alias Lea.


Mereka pun kembali fokus pada Queen yang dan pembalap di urutan pertama yang masih saling kejar.


"Kali ini gue nggak akan biarin lo menang, Queen. Gue bakal gantiin predikat ratu lintasan balap lo, gue bakal menangin pertandingan kali ini!" gumam pembalap di urutan pertama sambil terus mempercepat laju kendaraannya.


Sedangkan Queen yang sangat tau, siapa pembalap di depannya itu pun hanya memasang seringai devil di wajahnya.


"Dalam hal balapan, lo nggak bakalan pernah menang dari gue!" batin Queen yang melihat kesempatan untuknya menyalip lawannya itu.


Queen yang memang terkenal dengan kelihaiannya menyalip di lintasan yang berbelok pun, memanfaatkan medan kesukaannya itu untuk mengalahkan lawannya.


Terlebih ini adalah putaran terakhir, juga adalah belokan terakhir sebelum mereka mencapai garis finish. Benar-benar hanya ada mereka berdua di garis terdepan.


Ditambah dengan adanya insiden tabrakan itu yang semakin membuat jarak antara mereka semakin jauh.


"It's show time!"


Tepat saat mereka mencapai belokan terakhir, Queen langsung menyalip rivalnya dengan sangat apik.


Dan hal itu membuat para penonton riuh dengan sorakan dan tepuk tangan, untuk menyemangati Queen yang sudah berada di urutan pertama dan tinggal beberapa meter lagi mencapai garis finish.


"Sialan!" umpat pembalap di belakang Queensa saat Queen sudah melewati garis finish, dan membuat kepercayaan dirinya yang tadi sudah yakin akan menang justru membuat kekecewaannya semakin besar.


Queen turun dari motornya, melepaskan helmnya dan menatap ke arah orang yang tadi mengumpatnya dari kejauhan.


Kemudian Queen tersenyum mengejek kearahnya, menunjukkan jempol pada orang itu namun sepersekian detik dia membalik posisi jempolnya menjadi menghadap ke bawah.


Dengan tanpa suara, Queen mengatakan, "Loser!" memang tak terdengar suara, tapi dari gerak bibirnya bisa dilihat dengan sangat jelas.


Tentu saja orang itu langsung merasa kesal, melepaskan helmnya dan turun dari motornya dengan kesalnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...