
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Nggak ada kelas. Lo udah lama datengnya, Lan?" tanya Dion saat melihat Alana yang tengah duduk di pinggiran ranjang adiknya, namun dia masih belum sadar siapa sosok yang hingga kini masih berdiri mematung tanpa kata di sampingnya.
"Baru aja bang, tadi buru-buru ke sini kirain Queen sakit sampe nggak masuk sekolah."
Dion mengangguk paham, kemudian memutar pandangannya ke arah Selena hendak menyapa gadis itu.
"Lo temen sekolahnya Queen juga ya?" Tak ada jawaban dari Selena, karena gadis itu masih dalam mode freeznya.
Dion bahkan sampai melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Selena untuk menyadarkan gadis, yang sedang menatap dirinya dengan penuh minat itu.
Namun tetap saja tak ada respon barang sedikitpun dari gadis cantik itu, membuat Dion memandang Queen dan Alana bergantian mencoba bertanya ada apa dengan teman mereka itu.
Namun Queen dan Alana hanya menggelengkan kepala, dan mengangkat pundak mereka karena memang mereka juga tak tau kenapa Selena yang tadinya begitu berisik, sekarang justru tiba-tiba saja berubah menjadi patung pancoran yang tidak bergerak ataupun bicara barang sepatah katapun.
Merasa aneh, Dion pun memilih keluar dari kamar Queensa, setelah memberikan kode dengan tangan pada Queen dan Alana yang dijawab dengan anggukan kepala oleh keduanya.
Beberapa saat setelah itu, Selena yang sudah siap setelah pertapaan singkatnya kini sudah menarik kembali kesadarannya ke dunia nyata setelah mendapatkan wangsit.
"Halo, aku Selena yang waktu itu kamu tolong pas kejam—" Selena melotot sempurna, saat dirinya tidak lagi mendapati sosok Dion di depan matanya saat ini.
Dengan tangan yang masih mengambang di udara, dia menatap pada Queensa dan Alana yang hanya kembali menggeleng serta mengangkat bahunya.
Selena mengacak rambutnya frustasi, merutuki kebodohannya yang malah masuk dalam mode oon di depan orang yang dia suka. Benar-benar sangat memalukan.
Mungkin benar kata band Jamrud dalam lirik lagu mereka yang satu ini.
Untuk bicara.
Juga kalimat yang ini.
Ingin Ku maki, diriku sendiri.
Yang tak berkutik di depanmu.
Sepertinya lagu itu benar-benar cocok untuk menggambarkan kondisi Selena saat ini. Seolah Ada pelangi di bola mata Dion, yang membuat lidah Selena gugup tak bergerak dan memaksa dirinya untuk berkata pada Dion, "Aku sayang padamu."
Tapi sayangnya, jangankan untuk mengucapkan kata aku sayang padamu, bahkan untuk sekedar mengucapkan hai saja Selena tidak mampu.
Bibirnya seolah benar-benar kelu dan lidahnya seperti di patri dalam rongga mulutnya, sehingga membuat dirinya tak mampu berkata-kata.
"Aaarrrghh!" Selena kesal dan berjalan dengan kaki yang menghentak-hentak keras, lantai tak bersalah itu dan menghampiri Queensa.
Dengan kesal, Selena mendudukkan bokongnya di atas ranjang king size itu dengan bibir manyun yang masih setia menghiasi wajahnya.
"Aw, sakit!" seru Queen sesaat setelah Selena duduk, yang langsung membuat Alana dan Selena panik seketika.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...