
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Mama..." Mendengar suara lirih dari arah dalam kamar, membuat Herlina, mama Putri berlari kecil masuk ke dalam kamar bersama sang dokter yang tadinya tengah membicarakan kondisi kesehatan Putri.
"Putri, kamu sudah bangun, sayang? Apa yang sakit? Masih pusing?" tanya Lina dengan tatapan sedih pada anak semata wayangnya itu.
"Kepala Putri masih sakit banget, Ma... Badan Putri juga rasanya lemes banget."
"Maaf, Bu. Pasien harus segera menjalani pengobatan untuk leukimianya, karena sudah memasuki stadium akhir, dan saya punya saran tempat pengobatan yang bagus untuk anak anda di luar negeri."
Putri tercengang tanpa bisa berkata-kata, mendengar seberapa buruk kondisi tubuhnya saat ini. Apalagi saat dokter mengatakan jika dia tetap harus berusaha dan berjuang untuk sembuh, meski kemungkinan itu sangatlah kecil, bahkan tidak lebih dari 10% saja.
"Ma... apa bener Putri bakalan mati karena penyakit Putri?" tanya Putri dengan lelehan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
"Hust jangan ngomong begitu, Putri! Mama sama Papa akan lakuin apa aja demi Putri, meskipun jika harus mengahabiskan seluruh harta benda yang kita punya, asalkan Putri bisa sehat lagi."
Ibu dan anak itu pun berpelukan, dengan Lina yang terus membujuk sang anak untuk mau pergiberobat ke luar negeri, seperti saran dokter tadi.
Hingga akhirnya meski dengan berat hati, Putri menyetujui keinginan orang tuanya karena dia tak ingin membuat orang tuanya semakin sedih.
"Putri akan ikut Mama ke luar negeri, tapi Putri punya permintaan sebelum kita berangkat."
#Flashback Of
"Jadi maksudnya, kamu minta ke tante Lina untuk mendukung kebohongan yang kamu buat? Ngebantu kamu buat sembunyiin kondisi kamu dari aku, begitukah?"
Putri tak kuasa menjawab pertanyaan Alana, yang kini tengah menatapnya dengan tatapan sendu. Bibirnya kelu, dan tak mampu berkata-kata.
"Lalu, siapa pria itu?" Alana menundukkan kepalanya saat menanyakan siapa pria yang kala itu Putri akui sebagai pengganti Alana, orang yang seribu kali lebih baik daripada dirinya.
"Namanya Dava. Dia sepupuku, anak dari adiknya Papa. Dava diangkat anak oleh mama dan papa karena orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat, saat mereka hendak pulang ke sini setelah perjalanan bisnis mereka."
Benar, Dava yang ini adalah Dava yang sama, dengan pria yang sudah meninggalkan Mila kala itu. Dan inilah alasan kenapa saat itu Dava tiba-tiba saja pergi tanpa memberitahu Mila, karena memang kejadian saat itu tidak direncanakan dan semuanya serba mendadak.
Dan dia sendiri juga tak mungkin untuk tinggal seorang diri di sini, tanpa orang tua. Makanya dia ikut bersama Putri dan kedua orang tuanya, dan sengaja memutuskan komunikasi dengan Mila agar gadis itu tak semakin sedih, karena Dava sendiri tak tau kapan dia akan kembali.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...