
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Bahkan hingga Varo menghentikan langkahnya, setibanya mereka berdua di taman belakang sekolah, Queen masih tetap terdiam layaknya orang bodoh.
Varo mendudukkan dirinya di salah bangku itu, dan tak lupa juga menarik tangan Queen agar gadis itu ikut duduk di sampingnya.
Saat dia menatap Queen, Varo hanya bisa menghela nafas panjang melihat reaksi Queen yang seperti itu. "Woy, Micin! Ngapain lo bengong kayak orang bego gitu?"
Queen yang terkejut dengan bentakan Varo pun terjingkat dan tersadar dari syoknya, "E-eh iya iya, ada apa?"
Lagi dan lagi Varo hanya bisa menghela nafas panjang, "Lo kenapa diem aja, Sasa?"
"Aku? Emang aku kenapa?"
Varo menepuk jidatnya kesal, "Gue nanya lo kenapa, Sasa. Kalo lo malah balik nanya ke gue, terus gue harus nanya ke siapa? Sama rumput yang bergoyang?!" tanyanya sambil memutar mata jengah.
"Aku nggak kenapa-napa kok, cuma ..."
"Ya, yang lo denger nggak salah. Gue suka sama lo, puas lo? Gue nggak tau apa yang lo makan, sampe bisa bikin gue bawaannya pengen nempel mulu ama lo. Gue udah jadi cowok paling sial sedunia, karena suka sama lo."
Begitulah yang bisa Varo ucapkan. Dia bukanlah seorang pujangga, yang mampu mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata yang merengkuh jiwa.
Dia bukanlah penikmat jingga yang mampu merangkai indah sebuah kata. Dia hanyalah manusia biasa yang awam akan cinta. Lagi dan lagi, Queen terdiam.
Tapi kali ini bukan lagi karena pernyataan cinta Varo, melainkan karena cara Varo mengungkapkan perasaannya, yang bagi Queen terdengar snagat aneh.
Tapi yang lebih aneh lagi, kata-kata itu justru mampu menusuk relung hati Queen yang terdalam. Entah alasan apa yang membuat ungkapan cinta itu, begitu menyentuh kalbu.
"Gue nggak perduli, Sa! Mau lo jelek kek. Mau lo cupu kek. Mau lo itu~"
Queen yang kesal mendengar ucapan Varo pun menyelanya, "Stop! Sebenarnya kamu itu mau nyatain cinta apa mau ngeledek sih?"
"Eh? Emang salah ya? Emang cara nyatain cinta yang bener itu gimana?"
Mendengar pertanyaan tidak masuk akal itu, membuat Queen menghela nafas panjang sepanjang-panjangnya. Queen menatap Varo dengan lekat dan bersiap mempraktekkan, bagaimana cara yang benar dalam mengungkapkan perasaan.
Itu pun dia pelajari dari para mantan-mantannya, "Al," Queen menggenggam kedua tangan Varo.
"Iya," jawab Varo dengan jantung yang sudah berdetak dengan cepat, "Aku suka sama kamu. Entah sejak kapan, nama kamu mulai tertulis di hatiku. Tapi yang aku tau, kamu adalah jodohku. Kamu mau nggak jadi pacar aku?"
Tanpa berlama-lama, Varo langsung menjawabnya dnegan sangat bersemangat, "Mau dong! Deal, kita pacaran!"
Varo berdiri dan membawa Queen yang masih terkejut setengah mati itu, kedalam pelukannya.
Kalian pastinya tau kenapa Queen terkejut, bukan? Ya bagaimana dia tak terkejut? Dia hanya memberikan contoh yang benar, dan bukan menyatakan perasaannya pada Varo.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...