
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Selena berbisik menggoda Queen dan terkekeh geli, membuat gadis berkaca mata tebal itu melirik ke arah Rebecca yang lebih pendiam dari biasanya, dan seperti sengaja menyibukkan diri dengan buku-buku dan pelajaran yang biasanya bahakn tak pernah ia perdulikan.
Dia sudah mengalami terlalu banyak kehilangan. Mulai dari kehilangan sang ibunda tercinta, kemudian kehilangan kehilangan sosok ayah yang dulu sangat dekat dengannya setelah kedatangan ibu tirinya.
Dan dia juga sampai tidak sanggup lagi menghitung berapa kali sudah dia kehilangan pasangan.
Bahkan dia juga harus kehilangan orang yang sudah dia anggap lebih dari sekedar sahabat, melainkan sudah dia anggap sebagai saudara sendiri yang ternyata selama ini menipunya.
Menipunya dengan mengenakan topeng penyayang hanya demi keuntungan. Munafik, penjilat, muka dua, itulah sebutan yang pantas di sematkan untuk dua mantan sahabatnya.
"Gue itu udah kebal kehilangan, Len. Jadi kalaupun gue harus negrasain kehilangan lagi, gue udah siap. Meskipun gue nggak bisa jamin kalo gue kuat," batin Queen.
"Woy, Sa." Selena memanggil Queen namun tak ada jawaban karena Queen sepertinya masih tenggelam dalam lamunannya sendiri, hingga Selena mencoba memanggil Queensa sekali lagi, "Sasa."
"E-eh iya kenapa?" Queen pun langsung menoleh ke arah Selena dengan wajah bingung.
"Kenapa kenapa, lo tuh yang kenapa? Bengong mulu perasaan, kesambet baru tau rasa lo."
"Nggak bakalan, setan aja udah takut duluan liat dia. Gimana mau rasukin?" Bukan Queen yang menjawabnya, melainkan Adam.
"Terimakasih pujiannya, tuan Adam yang terhormat. Itu semua juga berkat bimbingan anda sebagai master saya," ujar Queen dengan candaan yang sekaligus uga merupakan sebuah sindiran bagi Adam.
"Nah itu lo tau kalau gue itu mas~" Adam tak jadi melanjutkan ucapannya karena dia baru menyadari maksud sebenarnya dari ucapan Queensa yang terdengar seperti sebuah pujian itu, yang sebenarnya adalah sebuah sindiran halus. "Maksud lo gue pawang setan gitu? Wah wah wah mulut lo diam-diam menghanyutkan juga njir, sadiz!"
Sontak saja Selena dan Alvin yang mendengar perdebatan dua manusia berbeda gender itu, tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka yang terasa kram.
Bahkan dari sudut mata mereka sudah mengalir air mata yang keluar tanpa permisi, karena terlalu lama tertawa.
"Saya kan tidak bilang seperti itu tuan Adam yang terhormat. Anda sendiri yang mengatakannya, jadi jangan salahkan saya karena saya tidak pernah mengatakan jika anda adalah pawang dedemit alias jurig."
Queen pun mengulas senyum penuh arti, yang justru membuat Adam merasa seperti mendadak bodoh di hadapan Queensa, meskipun memang sebenarnya dia tidaklah pintar.
"T-tapi kan~" Tawa Selena dan Alvin pun kembali pecah melihat Adam yang tak bisa berkutik di hadapan Queensa, padahal Queen hanya mengucapkan beberapa patah kata saja.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...