
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Ups sorry, sengaja."
Queen mengepalkan erat-erat tangannya, untuk menahan emosinya yang sudah hampir sampai ke ubun-ubun akibat ulah Rebecca.
Jika saja dia tidak sedang memakai identitas Sasa, maka dia pasti akan langsung menghajar Rebecca dan membuat gadis itu tidak lagi berani berurusan dengannya.
Queen berdiri dan menatap nyalang pada Rebecca, yang entah kenapa tatapan itu justru mampu membuat Rebecca merasa ketakutan meski hanya sejenak.
Dia segera menetralkan keterkejutannya melihat ekspresi marah Queen yang belum pernah dia lihat selama ini, dan segera mengatakan sesuatu yang membuat Queen begitu terkejut.
"Lo nggak mungkin marah cuma gara-gara kacamata butut lo itu kan? Bukannya lo tinggal minta duit sama sugar daddy lo, atau lo tinggal minta aja dia beliin kacamata yang baru buat lo, gampang kan?"
Seketika jantung Queen seolah berhenti berdetak mendengar perkataan Rebecca itu. Sugar daddy? Apa jangan-jangan tadi Rebecca melihat saat dirinya keluar dari mobil Dion, makanya dia bisa menyimpulkan seperti itu?
"Kamu kalau ngomong jangan ngasal ya! Jaga mulut kamu. Seenggaknya cukup hati kamu aja yang busuk, tapi mulut kamu jangan ikut-ikutan busuk!"
Queen mengatakan kalimat itu dengan suara pelan, namun terasa begitu menekan. Bahkan kilatan kemarahan yang terpancar dengan begitu jelasnya dari netra Queensa, seperti mampu membuatnya kesulitan untuk bernafas dan menelan saliva pun terasa begitu berat.
"Gue nggak asal ngomong ya. Asal lo tau aja, gue punya buktinya."
Namun di saat yang sama dia juga begitu panik mendengar jika Rebecca memiliki bukti, yang dia perkiraan itu berupa foto ataupun video yang Rebecca abadikan tadi.
Queen mencekal pergelangan tangan Rebecca dan menatapnya dengan dalam, "Apa maksud kamu, bukti apa yang kamu punya? Kamu tau kan sengaja mencemarkan nama baik orang lain itu adalah kejahatan? Jadi kau harus siap mendekam di balik jeruji besi, jika apa yang kau tuduhkan padaku itu tidaklah benar."
Tentu saja perkataan Queen membuat Rebecca ingin sekali tertawa. Dia mengambil ponsel di sakunya, kemudian membuka galeri dan memperlihatkan sebuah foto yang dia ambil tadi saat Queen keluar dari mobil Dion.
Dengan reaksi yang cepat, Queen langsung menyambar ponsel milik Rebecca dan berlari menuju toilet wanita. Karena di sanalah dia bisa bertindak dan membungkam mulut Rebecca dengan cara yang sudah terlintas di kepalanya.
"Sialan! Sasa!" Rebecca langsung mengejar Queen yang sudah berlari lebih dulu.
Aksi kejar-kejaran mereka pun membuat keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya, namun mereka hanya sekedar melihat tanpa perduli apa yang terjadi pada kedua orang itu.
Bukan tanpa alasan, karena mereka semua sudah tau seperti apa Rebecca. Dia suka merundung dan mengganggu orang-orang yang lemah, hingga saat ini belum ada target bullynya yang berani melawan balik.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...