Queensa

Queensa
Queensa "160"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🀭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Varo masih melayangkan tatapan kesalnya pada Adam.


"Gue ngerti maksud lo, tapi kan nggak etis kalo si Cupu yang nganterin lo ke kamar mandi, Al."


Mau tidak mau, akhirnya Varo pun mengalah karena apa yang Adam katakan itu memang ada benarnya juga.


Tidak mungkin kan... dia meminta Queen mengantarkannya sampai ke dalam kamar mandi. Masa iya dia harus memamerkan sesuatu yang tak seharusnya di pamerkan, kan nggak lucu.


Setelah menuntaskan HIV alias Hasrat Ingin Vivisnya, Varo pun kembali di papah oleh Adam dan Alvin ke ranjang untuk berbaring kembali.


Sebenarnya keadaan Varo tidaklah parah, hanya saja kakinya keseleo sehingga sulit baginya untuk berjalan sendiri.


Adam dan Alvin pun memilih untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu, karena memang ruangan itu adalah salah satu ruangan VIP.


"Lo ngerasa ada yang aneh nggak sih sama si Varo?" tanya Adam pada Alvin sambil menyenggol lengan sobatnya itu, dan membuat Alvin menoleh sekilas ke arah Varo dan Queensa.


"Gue tau, tapi kayaknya gue nggak yakin deh sama apa yang gue pikirin. Masa iya sih si Alβ€”" Alvin tak melanjutkan ucapannya, kemudian menghela nafas panjang.


"Tapi kayaknya emang gitu deh Vin, soalnya emang gelagat si Al itu aneh. Apa jangan-jangan otaknya geser satu centi ya, gara-gara kebentur?"


Kedua pria itu saling melempar pandang, dengan pemikiran yang mengarah pada satu hal yang sama, yaitu otak Varo sepertinya konslet karena terbentur saat kecelakaan itu terjadi.


"Ya ampun kasian, mana masih muda," celetuk Alvin yang langsung mendapatkan geplakan dari Adam.


"Terus gimana? Masa iya harus gue jumper dulu itu otak si Varo pake solder sama timah?"


Keduanya pun terkekeh geli sendiri melihat gelagat Varo yang sudah dapat mereka tebak apa alasannya, namun mereka masih mencoba untuk berpikir positif.


Alasan Varo bertingkah aneh seperti itu sejak tadi adalah karena adanya benturan pada kepalanya saat kecelakaan itu terjadi.


Padahal sebenarnya Varo memang mengalami gagar otak ringan, namun hal itu tentu saja tak akan membuatnya sampai bersikap aneh seperti itu tentunya. Tapi karena otak tumpul duo somplak itu, alhasil tercetuslah kesimpulan bodoh bin aneh itu.


Varo masih sesekali mencuri lihat ke arah Queen yang masih asik sendiri dengan gamenya, dan sesekali juga dia tampak tersenyum tipis.


Benar-benar tipis sampai hampir tak terlihat, tapi bagi duo somplak yang sudah terbiasa dengan wajah datar dan marah seorang Varo tentu saja dapat dengan mudah membedakannya.


"Astaga, beneran kesambet dedemit nih anak kayaknya, masa iya beneran gitu sih? Kenapa harus dia gitu?" batin Adam sambil geleng-geleng kepala.


Queen pun sebenarnya juga menyadari jika sedari tadi Varo beberapa kali mencuri lihat kearahnya, dia melihat itu dari ekor matanya karena dia merasa diperhatikan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.πŸ™ˆ...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🀣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.πŸ™Š...