Queensa

Queensa
Queensa "124"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tapi kenapa sekarang justru Varo lah yang kelihatan marah? Apa sekarang dunia sudah mulai terbalik? Ataukah esok hari matahari akan terbit dari barat?


"Woy! Gue nanya, tadi kalian lagi ngomongin apa?" tanya Adam lagi, karena tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaannya.


Selena dan Alana memang lebih memilih untuk diam tanpa menjawab pertanyaan Adam, karena mereka takut jika jawaban mereka salah dan justru akan membuat Queensa marah ataupun kesulitan


Sedangkan Queen yang pikirannya masih fokus, dengan hal apa yang menyebabkan Varo marah seperti itu pun kelepasan menjawab pertanyaan Adam.


"Kita lagi ngomongin soal nanti malem mau pergi ke sirkuit, nonton balapan."


Selena dan Alana sontak terkejut mendengarnya. Mereka memandang lekat Queen, seolah menunggu reaksi Queen yang sepertinya memang tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan barusan.


Dan benat saja, sesaat kemudian Queen pun langsung merutuki kebodohannya.


"Aduh, sial! Kenapa gue bisa kelepasan sih?!" rutuk Queen dalam hati, pada dirinya sendiri yang menjawab pertanyaan Adam, tanpa sadar.


Sedangkan Varo langsung menoleh dan menatap tajam Queensa, entah karena apa. Tapi yang jala saat ini, Queensa takut jika ketiga laki-laki itu akan mencurigainya.


Bagaimana bisa seorang gadis udik culun yang kampungan sepertinya, mau pergi ke sirkuit? Bisa gempar dunia pernetizenan plus enam dua.


Namun sepertinya Adam dan Alvin tak menyadari keanehan itu. Mereka justru tampak bersemangat, dan meminta untuk ikut bersama mereka ke sirkuit.


Queen pun bisa sedikit bernafas lega mendengarnya. Entah kedua orang itu memang tidak menyadarinya, atau mereka terlalu bodoh untuk menyadarinya. Tapi entahlah, yang jelas Queen lega karena dua orang itu sepertinya sama sekali tidak mencurigai dirinya.


Namun Queen harus kembali spot jantung, dan menelan ludahnya dengan susah payah saat dia menolehkan kepala dan melihat tatapan Varo yang menatapnya dengan tajam, setajam mulut tetangga julid.


"Apa si Biang Sial curiga ya, sama gue? Kalau enggak, ngapain di liatin gue kayak mau nelen gue gitu?" batin Queen gegana, gelisah galau merana.


Queen semakin dibuat dag dig duh der, saat Varo berdiri dari bangkunya dan berjalan mendekat kearahnya dengan perlahan. Namun setiap langkah Varo, terasa begitu mencekik bagi Queensa.


Semua orang memandang aneh dan bingung ke arah Varo, yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Queensa dan mencondongkan tubuhnya.


Selena juga panik, karena dia juga sama seperti Queensa yang sudah menduga jika Varo sepertinya tidak sebodoh kedua temannya.


Dia pasti sudah curiga pada Queensa, dia pasti menyadari jika sirkuit adalah tempat yang tidak akan mungkin didatangi oleh seorang kutu buku seperti Queensa.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...