Queensa

Queensa
Queensa "237"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Gue baru tau kalau si Al bisa seimut itu pas lagi malu, soalnya kan dia biasanya malu-maluin." Adam pun kembali tertawa renyah.


Sedangkan Alvin justru beringsut mundur dan menjauh dari Adam, membuat Adam yang melihatnya mengerutkan kening dengan bingung.


"Lo kenapa sih njir? Kok malah kayak undur-undur gitu," tanya Adam.


"Ngeri gue sama lo, ege. Barusan lo bilang si Al imut njir, ya gue ngeri lah. Takutnya orientasi... itunya lo, agak bengkok." Alvin pun segera berlari, tatkala Ada sudah menyambar bantal sofa untuk di lempar kearah mukanya.


"Woy, sialan lo! Kesini lo, Alvin and the chipmunk! Gue cubit juga ginjal lo, setan! Enak aja ngatain gue serong."


Kedua manusia absurd itu justru bermain kejar-kejaran seperti seorang yang mengalami penyakit MKKB, alias masa kecil kurang bahagia.


Tingkah kedua orang itu kembali membuat Varo dan Queen geram, lantaran kini mereka justru menjadikan kamarnya sebagai tempat bermain.


"Al tolongin gue, si Adam bengkok Al. Ngeri gue," celetuk Alvin sambil bersembunyi dibelakang Varo demi menghindari amukan Adam.


"Enak aja moncong kau itu. Lo yang bengkok, semua punya lo bengkok, bahkan itunya juga!"


Varo pun refleks menutupi telinga Queensa, saat mendengar ucapan vulgar bestie laknatnya itu. Dan Queen yang terkejut juga refleks mengalihkan pandangan mata yang tadinya melihat kekonyolan duo somplak itu, menjadi menatap lekat kearah Varo.


Varo yang menyadari tatapan Queensa padanya pun, menjadi salah tingkah. Terlebih karena kini detak jantungnya kembali terpacu kencang, dan serasa berlomba untuk melompat keluar dari dadanya.


"Ekhem!" dehem Varo demi menetralkan suasana canggung diantara mereka, dan tentu saja untuk memarahi duo somplak yang tiba-tiba saja membuat kegaduhan di daerah teritorinya.


Duo somplak pun segera menghentikan aksi kejar-kejaran mereka, dan berdiri tegap dihadapan Varo. Dua pria itu benar-benar seperti seorang murid yang ketahuan membolos oleh guru BK, dan sedang menanti hukuman apa yang akan mereka terima, dengan pasrah.


"Kalian keluar," ucap Varo datar tanpa ekspresi, sembari memandangi wajah kedua temannya itu. Baru saja Adam akan angkat bicara, Varo sudah lebih dulu menyelanya, "Sekarang!"


Tanpa mengatakan sepatah kata lagi, kedua pemuda somplak minus akhlak itu segera lari tunggang langgang ke lantai bawah. Mereka memang tadinya berniat untuk pergi, setelah memastikan keadaan Varo baik-baik saja.


Dan melihat bagaimana Varo memarahi mereka berdua tadi, sudah cukup membuktikan bagaimana keadaan Varo saat ini. Sehingga mereka pun memutuskan untuk segera pergi, tanpa memberitahu Varo.


Sedangkan Queensa kini tengah mencoba sebisa mungkin menetralisir rasa canggungnya, tapi sialnya sungguh dia tidak bisa melakukannya. Terlebih saat melihat Varo yang terus saja menatapnya, dengan tatapan yang sulit diartikan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...