Queensa

Queensa
Queensa "130"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa๐Ÿคญ๐Ÿ˜˜...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dion menatap bingung pada sosok Selena, gadis yang pernah dia tolong saat kejambretan yang ternyata adalah teman sekolah Queensa.


Pria tampan itu mengerutkan keningnya mendengar Selena yang justru dengan percaya diri, mengajaknya untuk pergi padahal yang sedang dia tunggu adalah adik tercintanya bukan Selena.


"Adek gue mana?"


"Ooh... Queen kanโ€”"


Belum juga sempat Selena menyelesaikan ucapannya, Queen yang dibonceng oleh Alana sudah lebih dulu keluarga dari gerbang dan menjawab apa yang menjadi pertanyaan Dion dengan cukup jelas.


"Duluan ya... boncengin Selena sampai sirkuit."


Dion menatap tidak percaya pada sanh adik yang masih sempat-sempatnya mengedipkan sebelah mata padanya, "Dasar adek durhakim!" umpat Dion dalam hati.


"Ya udah yuk kak, jalan. Nanti keburu jauh mereka." Akhirnya Dion pun pasrah saja dan membiarkan Selena naik ke atas motornya.


Motor pun melaju menyusul Queen dan teman-temannya yang sudah melaju lebih dulu.


Selena benar-benar senang saat ini. Tak ada kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaan haiqiqi yang membuncah di hatinya, hanya senyum manis yang mampu menjadi gambaran betapa bahagianya gadis cantik itu saat ini.


"Aduh jantung gue! Deket-deket sama kak Dion gini, nggak aman buat jantung gue! Oh no! Punggungnya sandarable banget sih... pengen banget peluk sambil senderan, tapi boleh nggak ya? Nanti kak Dion marah nggak ya? Aaarrggh!" Selena berperang dengan hati dan pikirannya sendiri.


Hatinya berkata jika dia ingin sekali memeluk Dion sepanjang perjalanan, tapi otaknya yang masih menyisakan sedikit kewarasan menolak dengan keras hal itu.


Tidak! Tidak! Tidak! Selena tak ingin hal itu terjadi. Akhirnya dia pun memilih untuk berpegangan pada pinggang Dion, setidaknya dia tetap bisa menyentuh pujaan hatinya meskipun tak bisa memeluknya.


"Gini pun udah cukup. Andai aja waktu bisa gue pause saat ini juga, gue nggak mau moment ini cepet berlalu." Selena tersenyum manis karena akhirnya dia bisa sedekat itu dengan malaikat penolongnya, dan semua itu berkat Queensa.


Selena berjanji, dia akan membalas kebaikan Queen ini dengan cara yang sama yaitu menjadi makcomblang antara dirinya dan Alana.


Meskipun Queen tidak meminta secara langsung agar Selena melakukan hal itu, tapi dilihat dari bagaimana interaksi kedua sahabatnya itu Sepertinya memang sudah mulai tumbuh benih-benih cinta.


Perjalanan dari sekolah Queensa menuju sirkuit tidak perlu memakan waktu lama, karena memang jaraknya yang tidak terlaku jauh dan juga mereka mengemudikan motor dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Sehingga mereka lebih cepat sampai di tempat tujuan.


"Akhirnya sampai juga." Queen turun dari motor Alana dan melepaskan helm yang setia melindunginya, sejak dia naik hingga turun dari motor Alana.


Dan tak berselang lama, Dion dan Selena pun sampai. Dion memarkirkan motornya di sebelah motor Alana, kemudian turun sambil menatap tajam pada Queensa.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.๐Ÿ™ˆ...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.๐Ÿคฃ...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.๐Ÿ™Š...