
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dengan cekatan, Alana membersihkan luka Queen dengan alkohol. Kemudian meneteskan obat merah pada luka Queensa, meniupnya dengan lembut. Menggunting kasa dan membalut tangan Queen dengan telaten.
Dan akhirnya sesi penuh drama itu pun berakhir, dan kini saatnya bagi Selena sang introgator beraksi.
"Ekhem! Kalian udah selesai kan? Jadi sekarang giliran gue buat introgasi lo, Queen. Dan inget, lo harus jawab jujur tanpa ada yang ditambah-tambahin atau dikurangin."
Queen pun hanya menghela nafas melihat kelakuan konyol sahabatnua yang tiba-tiba beralih profesi dari seorang pelajar, menjadi seorang introgator.
"Iya iya baik, ibu Selena yang terhormat." Selena pun terkekeh mendengar jawaban Queensa.
Sedangkan Alana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua gadis itu, namun tak bisa dia pungkiri jika dia pun sama penasarannya dengan Selena.
Sebelum menjawab pertanyaan Selena, Queen memilih untuk merebahkan dirinya di atas ranjang UKS itu. Karena setelah lukanya di bersihkan oleh Alan dengan alkohol tadi, dia mulai sedikit merasakan adanya rasa sakit pada luka-lukanya.
"Ok, pertanyaan pertama. Siapa yang udah bikin tangan lo kayak gitu?"
"Gue sendiri."
Alana dan Selena pun kembali dikejutkan dengan jawaban Queensa. Dan Queen yang mengetahui raut keterkejutan dan bingung dari kedua orang dihadapannya itu pun, segera menjelaskan apa maksudnya.
"Gue mukul kaca toilet sampe pecah, dan tada... ini dia hasilnya."
Queen pun menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan ceritanya.
"Tadi gue marah sama tuh pucuk cabe setan, si Rebecca. Tadi dia ngeliat pas gue turun dari mobil bang Dion, mana dia pake videoin segala. Ya udah gue bawa kabur tuh ponselnya si Becca, dan gue bawa dia kesini buat gue kasih pelajaran. Ya emang sih tuh anak sampe gemetaran gitu, tapi tangan gue juga jadi korban. Dan karena gue masih kesel, gue jadi nggak sadar kalo tangan gue luka."
"Ya ampun, Queen. Ngapain sih lo pake nonjok-nonjok tuh kaca? Harusnya mah lo tonjok aja tuh muka si cabe-cabean."
Alana pun auto melotot pada Selena, karena bukannya memarahi Queen yang nekat memukul kaca, dia justru memberikan saran yang lebih parah lagi.
"Gue juga pengen nonjok tuh cabe, tapi gue nggak pengen pindah sekolah lagi Lena."
Selena yang baru menyadari maksud dari perkataan Queen pun, auto tepok jidat dan memamerkan deretan giginya plus dengan dua jari yang dia angkat ke atas.
"Ya udah mending sekarang lo istirahat aja dulu di sini. Gue mau balik ke kelas, ntar bu Dian marah bisa gawat. Lan, lo aja ya yang temenin Queen di sini."
Tanpa menunggu persetujuan dua pihak lainnya, Selena pun segera berlari keluar dari ruang UKS untuk kembali ke kelasnya karena dia mau memberikan waktu berdua untuk Queensa dan Alana.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...