Queensa

Queensa
Queensa "44"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Sepertinya Queen sangat khawatir jika penyamarannya itu terbongkar, padahal siapa juga yang akan menyangka jika manusia berwajah abstrak di depannya itu adalah seorang wanita cantik yang haqiqi.


"Lo tenang aja, nggak akan ada orang yang nyangka kalo lo itu Queensa Abraham, si ratu jalanan, dengan penampilan lo yang—"


"Yang apa!? Abstrak, antik, atau serem? Ayo sebutin!" sela Queen dengan kesalnya.


Alana justru terkekeh mendengar Queen mengatakan hal itu dengan wajah kesal, yang menurutnya justru terlihat lucu.


"Nggak juga, cuma ya... sedikit lain daripada yang lain aja, limited edition."


Queen mendecih kesal sambil melanjutkan hukumannya. Ehm... maksudnya hukuman Varo yang beralih menjadi hukumannya, sejak beberapa menit yang lalu.


Meskipun masih sambil terus menggerutu, Queensa tetap mengerjakan pekerjaan yang belum pernah dia lakukan sebelumnya itu.


Seorang Queensa Abraham yang sudah kaya sejak lahir itu, mana mungkin pernah mengerjakan hal-hal seperti ini.


Sebenarnya bukan karena dia tidak bisa atau tidak mau melakukannya, melainkan karena sudah ada pembantu yang akan mengerjakan tugas itu.


Tanpa basa-basi, Alana langsung merebut alat pel itu dari Queen dan melanjutkan pekerjaan itu.


Tentu saja hal itu membuat Queensa terkejut, dan ingin mengambil kembali alat pel itu dari Alana.


Tapi sayangnya, Alana dengan tegas mengatakan jika dia hanya ingin membantu Queen agar dia cepat menyelesaikan pekerjaan itu dan pulang.


Karena Queen pikir apa yang di katakan oleh Alana itu ada benarnya, dia pun memilih mengerjakan pekerjaan lain agar semuanya bisa segera selesai.


Untungnya kamar mandi di sekolah itu selalu rutin di bersihkan oleh petugas kebersihan di sana, jadi pekerjaan Queen dan Alana tidak terlalu berat.


Saat ini, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Queen dan Alan yang bari menyelesaikan tugas mereka, kini tengah duduk sambil menikmati minuman dingin di minimarket yang berada tidak jauh dari sekolah mereka.


"Gue bener-bener nggak ngerti apa isi otak temen lo itu, suka banget nyari gara-gara! Heran Gue!" umpat Queen sambil melempar botol bekas minumannya sembarangan.


Alana hanya terkekeh sambil menaikkan kedua bahunya, menanggapi pertanyaan Queen itu.


Dia tak mungkin menceritakan alasan Varo sering mencari masalah adalah karena kondisi keluarganya, yang sedang tidak baik-baik saja alias kacau balau. Karena itulah dia memilih untuk tidak menjawabnya.


"Ikut gue." Alana menarik tangan Queensa menuju motornya, maksudnya motor Queensa.


Alana sengaja meninggalkan motornya di sekolah, dan memilih pulang dengan menebeng motor Queensa yang kebetulan rumah mereka searah.


Awalnya Queen bingung kenapa Alana malah minta untuk menebeng motornya, sedangkan dia sendiri membawa motor ke sekolah.


Namun mengingat kebaikan Alana yang sudah membantunya mengerjakan hukuman Varo, akhirnya Queen pun mengiyakan.


Lagipula rumah mereka juga searah, jadi tidak ada salahnya bukan?


"Kita mau kemana sih?" tanya Queen pada Alana yang kini tengah fokus pada jalanan di depan mereka.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...