Queensa

Queensa
Queensa "116"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Kemana sosok hangat tadi? Kemana perginya tawa dan senyum manis, yang membuat ketampanannya semakin sempurna tadi? Kenapa makhluk kutub utara yang dingin itu justru kembali ke habitatnya, dan menjadi sosok berwajah datar tanpa ekspresi lagi?


Tidak! Tidak! Tidak! Kembalikan Dionku yang penuh senyum tadi, Tuhan... Jangan tukar lagi Dion yang hangat tadi dengan es balok ini...!


Itulah sebagian isi kepala Selena saat ini, meskipun begitu baginya Dion tetaplah Dion. Pangeran berkuda putihnya, dan akan tetap begitu sampai kapanpun dan apapun yang terjadi.


"Ayolah, Selena! Kau bukan gadis lemah yang mudah menyerah mengejar cintamu, bukan? Kau adalah gadis yang selalu mendapatkan apapun yang kau inginkan, jadi ayo perjuangkan cintamu!" batin Selena dengan semangat juang empat limanya.


Queen hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Selena yang masih saja tergila-gila dengan kakaknya itu, meskipun dia sudah melihat seberapa ketus makhluk kutub Utara itu terhadap gadis yang tidak dia sukai.


Queen tau benar, kakaknya itu hanya akan bersikap hangat padanya dan juga pada gadis yang dia taksir.


Selain itu, dia akan berubah menjadi makhluk kutub utara yang sangat dingin dan bahkan tidak jarang gadis-gadis yang mengejarnya dibuat lari sambil menangis oleh kakaknya itu.


Dan bagi Queensa, sudah hak biasa untuk melihat hal semacam itu. Bahkan terkadang dialah yang dijadikan tameng hidup oleh kakaknya itu, untuk menghadapi para gadis bar-bar yang mencoba merayu kakaknya.


Tapi kini masalahnya berbeda. Orang yang menyukai kakaknya, adalah sahabatnya sendiri dan tidak mungkin dia akan melakukan hal yang sama pada sahabatnya itu.


Mbok Ijah yang sudah selesai merapikan semua makanan, di meja yang tersedia di kamar Queensa pun memilih untuk segera pergi dari sana.


"Iya mbok, makasih ya." Queen tersenyum manis pada Mbok Ijah, dan senyum itu seolah meruntuhkan hati Alana seketika.


Ingin sekali Alana menjerit sekuat-kuatnya. Jangan tersenyum, tolong!!! Hati abang mleyot dek, nggak kuat liat senyummu yang semanis madu.


"Ekhem! Makan dulu yok, gue udah laper banget nih." Queen yang menyadari tatapan Alana padanya pun, segera mengalihkan perhatian pada makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.


"Ya udah makan dulu dek, gue mau berenang dulu." Dion melambaikan tangannya pada Queensa dan berlalu pergi dari kamar adiknya itu, meninggalkan Queen dan kedua sahabatnya.


Selena yang mendengar kata berenang pun, otaknya langsung traveling, piknik, bahkan camping di atas awan. Hanya membayangkan seorang Dion yang tidak mengenakan baju atasan, sudah membuat air liurnya ingin menetes.


Membayangkan hamparan roti sobek yang mungkin saja akan di pamerkan oleh Dion, membuat Selena cengar-cengir sendiri membayangkan hal yang tidak-tidak.


Alana dan Queensa saling senggol melihat Selena justru cengar-cengir sendiri seperti orang kerasukan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...