Queensa

Queensa
Queensa "150"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Tenang aja my modern white knight, stok sabar gue buat lo itu tanpa batas kok. Gue baru bakal nyerah ngejar lo, kalau jantung gue udah nggak lagi berdetak dan nafas gue udah nggak lagi berhembus."


Selena pun berjalan dengan setengah lari memasuki rumahnya, lengkap dengan senyum bahagia yang membuat kecantikannya semakin paripurna.


Saat membuka pintu, dia dikejutkan oleh sang ibunya sudah berkacak pinggang di depannya. Selena pun menghampiri ibunya, dengan memamerkan senyum ala-ala model iklan pasta gigi itu.


"Hadeuh... alamat kena damprat nih ama permaisuri," batin Selena yang sudah tau, hal apa yang akan terjadi setelah ini.


Dan benar saja, sesaat setelahnya tangan ibunya terulur dan menjewer telinganya sambil memulai kuliah petangnya hari ini, "Darimana aja kamu anak bandel? Pergi sampe jam segini nggak bilang-bilang, pulang sekolah bukannya pulang dulu malah keluyuran."


Selena hanya mendengar omelan ibunya sambil meringis menahan rasa panas-panas sedap pada daun telinganya.


Hampir setengah jam sudah, Selena mendengar omelan ibunya yang terus saja bergulir tanpa henti seperti jalan tol alias tanpa hambatan itu.


Namun hal itu sudah biasanya baginya, lagipula setiap kali ibunya marah tak pernah berlebihan. Ya paling banter ya seperti itu, sang ibu menjewer telinga putri semata wayangnya sambil mengeluarkan khotbah panjangnya.


Meskipun begitu, Selena tetap merasa sangat senang karena semua itu adalah bentuk kepedulian, kasih sayang dan kekhawatiran dari sang ibu pada anak kesayangannya.


"Maaf ya Mi, tadi itu Lena pergi sama temen Lena buat nonton balapan." Sang ibu memelototkan matanya mendengar kata balapan, dia sudah bersiap mengangkat tangannya untuk kembali menjewer telinga Selena.


"Lena itu udah ijin sama Papi dari kemarin Mi, jadi ya Lena pikir Mami juga udah tau, secara papi kan tukang ngadu."


"Beneran kamu udah ijin sama Papi?" Selena pun mengangguk sambil mengangkat dua jarinya pada sang ibu, "Tapi kenapa papi nggak ngasih tau Mami ya? Tumben banget," gumam sang ibu, yang mendapatkan gedikan bahu dari Selena sebagai pertanda jika dirinya juga tak tau.


Memang benar apa yang Selena katakan jika dia memang sudah mengatakan niatnya itu pada sang ayah, dan dia pun berpikir jika ayahnya pasti akan mengatakan hal itu pada ibunya.


Secara ayahnya itu adalah tipe-tipe SSTI alias suami-suami takut istri, jadi berita apapun akan sampai pada telinga istrinya itu tanpa diminta.


Dan pucuk di cinta ulam pun tiba, itulah peribahasa yang cocok untuk situasi saat ini. Karena di saat mereka sedang membahas sang kepala keluarga itu, si empunya yang baru pulang bekerja kini tengah berjalan menghampiri mereka.


"Eh Papi udah pulang? Pas banget, Mami mau introgasi tuh." Selena terkekeh sambil berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...