
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Selana dan Alana pun menatap Queensa dengan wajah bingung. Kenapa pula gadis cantik itu tak mau makan di meja makan, padahal sudah jelas-jelas dia tidak sedang sakit seperti yang sempat mereka pikirkan.
Queen yang melihat wajah kedua temannya tampak bingung itu pun, menghela nafas panjang.
"Nggak usah bingung, gue cuma lagi nggak mau ke bawah aja. gue capek, ngantuk juga makanya enakan makan di kamar aja."
Selena dan Alana pun saling berpandangan, seolah berbagi pendapat apakah alasan Queensa itu bisa diterima oleh akal sehat mereka. Tapi seberapa kali pun dipikirkan, tetap saja alasan itu masih belum bisa memuaskan rasa keingintahuan mereka.
Namun karena mereka menghormati privasi Queensa, mereka pun memilih untuk mempercayainya. Karena Queen pasti punya alasan sendiri kenapa dia tidak jujur, dan justru lebih memilih untuk menyimpan alasan itu sendirian.
"Apa lo belum bisa percaya sepenuhnya sama gue, makanya lo belum mau terbuka sama gue?" batin Alana yang sempat berpikir negatif meski hanya sesaat, "Nggak, gue nggak boleh berpikiran buruk. Mungkin aja karena itu urusan keluarga, jadi dia nggak bisa sharing sama gue. Ya, mungkin aja gitu."
Queen melihat Alana yang melamun, dan hal itu membuatnya menautkan alis. Dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Alana, namun laki-laki itu tetap diam dan sibuk sendiri dengan pemikirannya yang entah apa.
Hingga ide jail seorang Queen pun muncul tanpa di undang, "Dor!" Queen menepuk kedua pundak Alana dan mengagetkannya.
Namun yang tidak dia sangka adalah, Alana yang refleks justru menarik tangannya dan membuat tubuhnya terhempas ke dada bidang Alana.
Alana yang gugup karena kini sudah tidak ada jarak antara drinya dan Queensa pun, menjadi sangat gugup. Degup jantungnya seolah dipaksa untuk berdetak lebih keras dan cepat.
Keduanya seolah tak ingin mengakhiri adegan manis, yang terjadi karena sebuah ketidaksengajaan.
Sedangkan Selena hanya bisa melongo kaget, dengan cepat membuka kamera ponselnya dan mengambil gambar keduanya.
Namun sesaat setelahnya, Selena langsung menepuk jidatnya dan merutuki kebodohannya. Pasalnya dia lupa mematikan lampu flash dan juga suara tangkapan kameranya, yang justru membuat kedua objek fotonya itu gelagapan.
Dengan perasaan yang malu, bingung, senang, bercampur menjadi satu. Keduanya memalingkan wajah mereka ke arah lain, dan menghindari tatapan satu sama lainnya.
Namun tiba-tiba saja terdengar tawa seseorang, yang membuat mereka sontak menolehkan kepalanya ke arah si pemilik suara.
Dan mereka semua terkejut mendapati Dion dan juga mbok Ijah, yang sudah berdiri sambil menatap mereka dengan ekspresi yang berbeda. Jika Dion sudah tertawa lepas tanpa beban, sedangkan mbok Ijah hanya bisa mengulum tawanya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...