
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Sesampainya di ruang UGD, Queen sudah tak mendapati Alana di sana. Dia pun bertanya pada seorang suster yang lewat, dan dia diberitahu jika Varo sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
Akhirnya Queen pun segera melangkahkan kakinya, dan masuk ke salah satu kamar pasien di mana Varo kini terbaring lemah.
Dan di dalam ruangan itu kini juga sudah ada Alvin dan Adam, benar-benar definisi teman yang sesungguhnya. Teman yang selalu ada saat dibutuhkan, bukan hanya ada saat dia yang membutuhkan kita.
"Loh, Sasa kok lo di sini juga?" Adam yang melihat kedatangan Sasa pun, sontak bertanya karena begitu penasaran.
Hingga Queen pun menceritakan kronologi kenapa dirinya bisa ada di sana, bahkan sebelum mereka bertiga tiba dia sudah di sana lebih dulu.
"Aku juga bingung kenapa malah aku yang di telepon sama pihak rumah sakit. Tapi katanya nomorku ada di kontak darurat. Makanya tadi aku langsung telepon Alana."
Adam dan Alvin manggut-manggut tanda mengerti, tapi mereka menyadari ada sesuatu yang kurang dari seorang Sasa yang kini berdiri di hadapan mereka.
"Bentar bentar, kok kayak ada yang aneh ya sama lo hari ini."
Queen pun langsung terasa tercekik dengan perkataan Adam itu. Apa mungkin ada yang salah dengan makeupnya, atau mungkin ada yang salah dengan kostumnya, atau malah...
"Lo kan tadi bilang lagi sakit tenggorokan, kenapa sekarang udah sembuh aja."
Serasa tersambar petir di siang bolong, Queen benar-benar kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Adam itu.
"Ehm, udah sembuh kok." Adam dan Avin pun saling pandang, "Berkat resep rahasia jamu turun temurun dari nenek moyangku, makanya bisa cepet sembuh." Queen memamerkan deretan giginya, untuk mengurangi rasa gugup dan jetak jantungnya yang sudah bertalu-talu seperti genderang perang.
Namun jawaban Adam dan Alvin yang hanya mengangguk dan ber ooh ria, membuat Queen bisa bernafas lega meski hanya sejenak.
Benar-benar hanya sejenak, karena setelah itu Adam lagi-lagi menelisik penampilan Queen, melihatnya dari atas ke bawah lalu ke atas lagi dan kebawah lagi, seperti mesin scan.
"Apa lagi sih nih makhluk kepo satu?! Apalagi yang mau lo tanyain, sialan!?" batin Queen kesal, jengah, sekaligus cemas.
"Kok sekarang mata lo tinggal dua, biasanya kan empat."
Maksud Adam asal dia menanyakan kenapa hari ini Queen tak memakai kaca mata tebal, yang sudah menjadi ciri khasnya itu.
"Ooh kaca mataku pecah tadi gara-gara jatuh, soalnya tadi aku kan lari buru-buru pas mau kesini."
Lagi lagi Adam hanya mengangguk mengerti, begitu juga Alvin yang ikut mengangguk. Sedangkan Alana justru tengah berkelana dengan lamunannya sendiri.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...