Queensa

Queensa
Queensa "193"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tanpa menunggu persetujuan dua pihak lainnya, Selena pun segera berlari keluar dari ruang UKS untuk kembali ke kelasnya karena dia mau memberikan waktu berdua untuk Queensa dan Alana.


"Kurang asem si Lena. Keliatan banget kalo lo sengaja, buat bikin gue berduaan di sini sama Alana." Queen merutuki kejahilan sahabatnya itu, dalam hati.


"Ekhem!" Alana berdehem untuk menetralkan susana canggung itu, tapi sayangnya sama sekali tidak berefek hingga selama beberapa menit lamanya, mereka berdua hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Aku—" Kompak, mereka ingin mengatakan sesuatu namun terhenti karena keduanya hendak membuka percakapan di saat yang bersamaan, yang tentu saja justru membuat keduanya semakin canggung.


"Lo duluan aja." Lagi-lagi dan lagi kedua orang itu baru saja akan membuka kata. Tapi karena mereka hendak bicara di saat yang sama, maka keduanya pun akhirnya terdiam kembali selama beberapa menit lamanya.


"Ehm... lo duluan aja, gue lupa tadi mau ngomong apa." Queen pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena merasa malu dan salah tingkah.


"Gimana tangan lo? Masih sakit? Harusnya lo itu nggak perlu nyakitin diri lo sendiri, cuma buat si Rebecca."


Queen pun menghela nafas panjang, "Tadi itu gue terlanjur emosi sama tuh anak yang suka banget cari masalah sama gue dan kepoin urusan gue."


"Tapi itu bikin gue khawatir sama lo, Queen."


Queen pun tertegun melihat Alana yang menatap tajam kearahnya, terlihat jelas seberapa khawatirnya Alana pada dirinya. Dan hal itu membuat Queen merasa di hargai, disayangi dan dicintai.


Sampai akhirnya suara pintu terbuka membuat keduanya terkejut dan serempak menoleh ke arah pintu masuk, dimana petugas kesehatan sudah datang dan tengah berdiri di ambang pintu.


Keduanya pun berusaha menetralkan rasa gugup dan canggung yang tengah mereka rasakan saat ini, juga berusaha menormalkan degub jantung mereka yang masih berdetak dengan cepat seperti genderang perang yang sedang ditabuh.


Hingga akhirnya petugas kesehatan yang biasa berjaga di UKS itu melihat keberadaan Queen dan Alana, "Loh ada orang? Maaf ya, tadi ibu sedang menghadiri rapat." Queen dan Alana pun menganggukkan kepalanya serempak, dan Alana pun langsung berdiri dari duduknya saat petugas kesehatan yang bernama bu Rita itu berjalan mendekati ranjang Queen.


Beliau pun memeriksa tangan Queen yang sudah di perban, dan mengangguk saat memastikan cara membalut luka itu sudah baik dan benar.


"Tadi saya yang obatin Sasa bu, soalnya tadi bu Rita kan nggak ada di tempat terus kasian aja sama Sasa kalo kelamaan lukanya kebuka." Alana pun membuka suara untuk menetralkan kegugupannya.


"Ini sudah bagus. Tadi sudah kamu bersihkan lukanya dengan alkohol?" Alana pun menganggukkan sebagai jawaban, "Sudah di beri obat merah?" Lagi-lagi Alana mengangguk.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...