
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Jelasin." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Varo, untuk Queensa.
Queen menghela nafas panjang dan bersiap menjelaskan semuanya.
Karena sepertinya, kali ini dia memang sudah tak lagi bisa mengelak dari semua ini, "Ok." Queen mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Dan itu adalah pembersih make up miliknya. Tanpa banyak kata, ia mulai membersihkan semua make up yang menutupi wajah aslinya.
Tak lupa juga foundation dengan warna gelap yang menyamarkan warna asli kulitnya.
Semua mata ternganga melihat perubahan yang tak ubahnya sebuah mantra sihir itu, terjadi di hadapan mereka.
Namun sangat berbeda halnya dengan Varo. Tak ada sama sekali raut terkejut dari wajahnya, melainkan hanya ada tatapan dingin yang menyimpan banyak kekecewaan.
Setelah selesai membersihkan make upnya, Queen pun berkata, "Ok, semuanya. Seperti yang kalian liat sekarang, sebenernya gue bukan Sasa, tapi Queensa, Queensa Abraham."
Sontak saja berbagai spekulasi dan keterkejutan para penghuni kelas sesat, semakin menjadi.
"Queensa? Sasa?" gumam Adam yang membandingkan sosok Sasa dan Queensa, yang menurutnya benar-benar sangat berbeda jauh.
Sedangkan Varo langsung berdiri begitu saja, sambil bertepuk tangan dan tertawa sinis, membuat semua orang jadi mengalihkan pandangan mereka ke arah Varo.
Prok...
Prok...
Prok...
"Hebat banget lo ya. Tukang tipu!" seru Varo yang membuat semua orang terlebih Queensa sangat terkejut, "Apa menurut lo seru buat mainin perasaan gue, hah!?"
Queen menundukkan kepalanya. Meski sebenarnya untuk masalah perasaan Varo, itu juga bukan salah Queen bukan?
Brak!
Varo menggebrak meja di hadapannya dengan keras, "Jawab!"
Sontak saja Dion yang melihat adik kesayangannya di bentak oleh Varo pun, menjadi marah dan langsung menerjang Varo tanpa pikir panjang.
Bugh!
Sebuah pukulan telak, menghantam wajah tampan Varo dengan sangat keras. Bahkan tubuh Varo sampai menabrak kursi di belakangnya dan terpental jatuh, terjerembab di lantai.
"Bang! Lo apa-apaan sih?!" Queen meneriaki Dion dan berdiri untuk membantu Varo.
Plak!
Namun begitu mengejutkan, karena tangan Queen yang terulur untuk membantu Varo berdiri, justru ditepis begitu saja dengan sangat kasar oleh Varo.
Dia menatap Queen dengan sinis, "Lo nggak usah sok perduli sama gue! Gue nggak butuh rasa kasihan lo!"
Varo berdiri dan beranjak untuk segera meninggalkan kelasnya.
"Woy, mau kemana lo anj*ing! Gue belum selesai sama lo! Berani-beraninya lo marahin adek gue, hah!?" Dion yang masih begitu kesal, terus saja meneriaki Varo bahkan setelah laki-laki itu sudah tak lagi terlihat dari pandangannya. "Aw aw aw!" seru Dion saat telinganya, kini tengah dijewer dengan begitu sadis oleh adiknya sendiri.
"Ini semua gara-gara lo tau nggak? Kenapa otak lo lemot banget sih bang? Tadi kan gue udah kasih kode buat lo, kenapa itu mulut masih aja nyerocos kayak rem blong!"
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...