Queensa

Queensa
Queensa "139"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tentu saja orang itu langsung merasa kesal, melepaskan helmnya dan turun dari motornya dengan kesalnya.


Saat dia melewati Queensa dia pun berucap, "Masih ada lain waktu, gue bakal kalahin lo!" Setelah mengatakan hal itu, gadis itu pun segera berlalu pergi dari sana sambil menahan rasa dongkol dihatinya.


"Ya ya ya... teruslah berjuang meski percuma. Tetaplah hidup, walaupun nggak berguna. Dan tetaplah ngoceh meskipun nggak bermakna." Queen meneriakkan kata-kata itu untuk rival di lintasan, sekaligus di luar lintasan.


Alana dan yang lainnya kini sudah berada di dekat Queensa dengan wajah bahagia, terharu dan bangga.


"Selamat ya Queen... lo menang dengan epic, keren deh pokoknya." Selena langsung berhambur dan memeluk Queensa dengan erat, dan membuat Queen tersenyum senang.


Meski Selena. "Tau nggak sih lo, gue tadi hampir mati ketakutan pas ada tabrakan tadi. Gue takut lo kenapa-napa." Selena tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Gue jadi inget si duo racun," batin Queensa yang kembali mengingat si duo racun, siapa lagi kalau bukan Nindy dan Vera.


Masih ingatkan dengan dua nama yang muncul di chapter pertama itu? Nama dua orang yang pengen banget kita gantung rame-rame di pohon taoge.


Queen mengingat mereka karena kedua mantan bestienya itu, dulu juga selalu melakukan hal yang sama dengan apa yang Selena lakukan barusan.


Tapi kini dia dapat melihat, mana yang tulus dan mana yang tidak, alias hanya karena ada maunya. Yaitu membuat Queensa tetap menjadi ATM berjalan mereka, hanya dengan sedikit akting dan bumbu-bumbu kebohongan.


"Sial! Kayak jin botol aja sih tuh duo racun, cuma di batin doang langsung nongol batang hidungnya." Gerutu Queen dalam hatinya, sambil merutuki kebodohannya yang malah memikirkan si duo racun itu.


Seharusnya tadi dia tak usah memikirkan dua manusia tidak tau diri itu, itulah yang Queen sesali.


"Queen, selamat ya..." Vera mengucapkan selamat pada Queen, kemudian hendak berhambur dan memeluk Queen.


Namun sebelum hal itu terjadi, Queen sudah lebih dulu berkata, "Jangan sentuh gue, atau gue bakal bikin lo nyesel seumur hidup." Meskipun Queen mengatakan hal itu dengan wajah datar, dan seolah tanpa amarah, namum kedua mantan temannya itu tau jika ekspresi Queen yang seperti itu justru lebih mengerikan daripada Queen yang marah-marah bahkan mengamuk.


"Queen, k-kita cuma mau minta maaf kok. K-kita tau kita salah, maafin kita ya?" Kini bukan Vera yang bicara, melainkan Nindy yang mencoba bicara pada Queensa.


Dia dengan susah payah menelan salivanya, hanya untuk berbicara dengan Queensa dan mengatakan kata maaf.


Dion yang melihat dua manusia yang berada dalam daftar orang yang tak ingin dia lihat itu pun berdecih, namun dia juga menunggu melihat pertunjukan apa yang akan Queen perlihatkan setelah ini.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...