Queensa

Queensa
Queensa "49"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Keempat pemuda itu pun mengangguk mantap, karena cafe itu juga adalah salah satu cafe milik pria di hadapan mereka jadi mereka tak perlu sungkan.


Merekalah pun naik ke atas panggung yang tersedia untuk live music, dan akan segera menyanyikan lagu penentu nasib grup band mereka.


Alunan musik yang merdu mulai terdengar, membuat perhatian para pengunjung teralihkan dari aktivitas mereka dan menatap ke arah panggung.


Berbagai pujian sudah terlontar bahkan sebelum Varo mulai mengeluarkan suara emasnya, pujian-pujian itu keluar dari bibir para pengunjung lain karena ketampanan mereka.


Terlebih saat Varo mulai mengeluarkan suara emasnya yang langsung membuat hati para kau hawa mleyot berjamaah.


"Aduh bang... hati dedek meleleh nih..."


"Mleyot saay..."


Semakin banyak pujian terlontar untuk keempat pemuda itu, membuat sang profesor mengangguk sambil mengulas senyum.


Di saat yang sama, seorang gadis cantik menatap mereka dengan tatapan terkejut yang tak bisa dia sembunyikan. Bahkan kentang goreng yang belum sempat masuk ke dalam mulutnya, sudah jatuh kembali ke dalam piring di hadapannya itu.


"Sial! Kenapa kata pepatah banyak benernya sih, musuh emang beneran bakal sering ketemu!"


Gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Queensa Abraham, yang tadinya sedang asyik-asyiknya menikmati makanannya sambil melakukan video call dengan seseorang.


Meskipun dengan berat hati, Queensa mengakui jika suara Varo memang benar-benar merdu dan MERDU (MERobohkan DUnia) seperti suara mom rose.


"Sadar, Queen... sadar! Dia itu Varo, orang yang selalu bikin lo darah tinggi! Ngapain juga lo puji-puji dia, ege!?" Queen bergelut dengan batinnya sendiri.


Di satu sisi Varo memang sudah dia anggap sebagai biang sial yang harus di singkirkan sejauh mungkin, agar kesialan tak lagi menghinggapinya. Tapi di sisi lain, suara Varo memang sangatlah bagus dan cara dia bernyanyi memang bisa membuat para pendengarnya merasakan arti dari lagu yang dia bawakan.


Terlebih saat ini mereka sedang membawakan lagu tentang keluarga, atau lebih tepatnya broken home.


Lagu apa lagi jika bukan Diary Depresiku, dari last child.


Varo menyanyikan lagu itu dengan penuh pengkhayatan dan penjiwaan. Membuat para pendengarnya seolah dapat merasakan langsung, kepedihan seorang korban broken home.


Begitupula dengan Queensa, yang dibuat seolah bisa melihat dirinya sendiri sebagai pemeran utama dari lagu itu. Mengingatkan dia yang merasa jika dirinya tak lagi mendapatkan kasih sayang orang tua, setelah ibunya meninggal.


Tanpa terasa, sebuah bulir air mata menetes dari netra hazel milik gadis cantik itu. Bahkan hingga lagu itu selesai di nyanyikan pun, Queensa masih mematung dan tenggelam dalam lamunannya sendiri.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...