Queensa

Queensa
Queensa "146"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Sedangkan Alana hanya memalingkan wajahnya kearah lain, dan hanya sesekali melirik ke arah Queensa untuk memperhatikan paras cantik gadis yang kini mulai menempati hatinya dan menggeser sedikit demi sedikit nama yang pernah terpatri indah di dalam sana, setidaknya untuk saat ini.


Hingga saat pelayan kembali datang dengan nampan berisi pesanan keduanya, meletakkan semua pesanan itu dengan rapi di atas meja.


"Ekhem! Katanya tadi laper, buruan di makan dong nanti cacingnya keburu demo." Goda Alana untuk mencairkan suasana.


Queen hanya tersenyum kaku, kemudian mulai menyantap makanan dengan nama terabsurd yang pernah dia dengar.


Tapi ternyata rasanya tidaklah seabsurd namanya, justru rasanya sangat enak dan membuat selera makan Queen bertambah.


"Ternyata rasanya enak banget!" puji Queen sambil menatap Alana dan tersenyum, "Rasamu tak seabsurd namamu," gumam Queen kemudian terkekeh geli, karena sempat meragukan rasa makanan dengan nama yang menurutnya sangatlah absurd itu.


Mungkin di saat inilah pepatah mengatakan jangan menilai buku hanya dari sampulnya. Terkadang penampilan luar alias wujud yang terlihat memang tidaklah seindah isi di dalamnya. Dan terkadang nama juga tidaklah sesuai dengan kenyataannya.


Seperti nama Happy, yang tidak selalu membuat si pemilik nama bahagia sepanjang waktu bukan? Begitu pula dengan Selamet yang bukan berarti jika orang itu selalu selamat, alias tidak pernah mengalami musibah.


Nama sabar juga bukan berarti seseorang itu tak bisa marah, karena sesabar apapun seseorang tapi kemarahan tetap saja bisa muncul jika batas kesabaran sudah terlampaui.


Semua nama-nama yang berikan biasanya hanya sebagai doa dari si pemberi nama, pada si penerima nama. Seperti halnya dengan menu makanan itu, mungkin saja sang koki ingin membuat para pelanggannya merasakan cinta dan kasih sayang melalui makanan buatannya.


Tanpa ragu Queen membuka mulutnya dan menerima suapan itu. Matanya membulat saat merasakan citarasa makanan, yang kaya akan bumbu dengan rempah tradisional itu.


Meskipun spaghetti sejatinya adalah makanan barat, tapi ternyata jika di kombinasikan dengan rempah tradisional Indonesia seperti ini rasanya lebih nampol.


Dan itu adalah pertama kalinya dia menikmati makanan yang unik namun nikmat, dan membuatnya ketagihan untuk terus menikmati suapan demi suapan hingga tanpa terasa semua makanan di piring mereka tandas.


"Ya ampun... fix, tempat ini bakalan jadi salah satu tempat makan favorit gue. Lain kali gue mau ajak bang Dion juga kesini, dia pasti juga bakalan suka deh."


Queen tersenyum saat membayangkan ekspresi Dion, yang notabene adalah pecinta Indonesian food saat mencoba makanan barat tapi rasa Indonesia itu.


"Fix juga, senyum lo bakal jadi salah satu daftar menu favorit gue Queen." Alana tersenyum sambil berucap dalam hatinya.


Alana benar-benar sudah dibuat tercandu-candu, oleh senyuman manis nan tulus dari Queensa. Senyuman yang mampu melelahkan hati Alana yang pernah membeku, mengobati hati yang sudah hampir mati rasa, memberitahukan apa arti dari senyuman yang sebenarnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...