
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dava menghela nafas panjang mendengar perkataan Mila, "Yang udah nikah aja masih bisa cerai, Lala... apalagi kalian itu cuma pacaran, gue bisa kok buat ambil lo dari dia." Dava menguri pekukannya, menghapuskan kembali air mata yang sudah membasahi pipi gadisnya itu.
Keduanya pun saling beradu tatap, sampai saat sebuah suara terdengar dan membuat keduanya menatap kearah sumber datangnya suara.
Mila tampak terkejut, saat melihat siapa orang yang tengah memanggilnya itu. Sedangkan Dava yang tidak mengenal siapa pria berpakaian pasien rumah sakit dihadapannya itu, hanya bisa menatap wajah Varo dan Mila bergantian.
Benar, memang sudah sejak tadi Varo mendnegar pembicaraan mereka. Tadinya Varo ingin menghampiri Mila.
Tapi saat mendengar Mila mengatakan semua kebenarannya, dia pun menghentikan niatnya dan lebih memilih untuk mendnegar semuanya lebih dulu, dan datang saat dia sudah mengerti situasinya.
"Varo, kamu..."
"Iya, ini gue. Gue udah denger semuanya, Mil. Dan gue nggak nyalahin lo, karena gue juga baru sadar kalau gue itu nggak cinta sama lo. Gue cinta sama orang lain." Varo tersenyum dan mengulurkan tangan pada Mila kemudian berkata, "Jadi lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai di sini, Mil. Gue mint0 maaf sama lo, dan gue juga udah maafin lo yang berniat manfaatin gue."
Mila tak dapat berkata-kata, dan hanya bisa menatap Varo dengan tatapan penuh arti. Ada ekspresi marah di wajahnya, karena mengetahui jika ternyata Varo tak pernah mencintainya tapi justru menyatakan cinta padanya dan membuat dia harus menuruti keinginan orang tuanya untuk sengaja mendekati Varo.
Benar, ada salah satu teman Mila yang tak sengaja keceplosan dan mengatakan pada orang tua Mila saat Varo mengajak Mila berkencan hari itu. Hingga orang tua Mila yang sedsng kalut karena masalah yang menimpa perusahaan mereka pun akhirnya mencetuskan ide itu.
"Jadi lo yang namanya Varo?" tanya Dava sambil memandangi Varo dari atas sampai bawah, "Segitu setianya lo sama gue, Mil. Sampe cowok seganteng ini lo lepasin gitu aja. Gue bakal nikahin lo setelah kita lulus, Mil."
Mila yang mendengar ucapan Dava pun langsung tersipu malu, terlihat jelas dari kedua pipinya yang tampak memerah.
Sedangkan tiga pria yang melihat adegan bucin itu pun auto menghela nafas kasar berjamaah, karena adegan itu benar-benar menyakiti hati para jomblowan dan jomblowati yang melihatnya.
"Ok kalau kalian mau bucin-bucinan... tolong jangan didepan kita para jomblowan ini ya, mbak... mas..." Celetuk Adam diikuti oleh Alvin yang sedang berjalan menghampiri Varo.
"Dih, dasar playboy asli cap badak! Cewek lo di luaran udah banyak, masih aja bilang jomblo." sahut Mila dengan nada mengejek.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...