
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Saat mereka menemukan Varo, ternyata dia tengah ditahan lagi oleh dua orang suster karena dia masih mengenakan baju pasien, hingga membuat Adam dan Alvin menghela nafas panjang melihat tingkah konyol Varo.
"Ehm... Sus, administrasinya diurus sama temen saya, itu di sana. Untuk baju juga nanti dimasukin aja ke rincian biayanya ya Sus, temen saya ini udah kebele pulang. Suster juga nggak mungkin nggak kenal sama dia kan? Dia itu tuan muda keluarga Graham, jadi suster nggak perlu khawatir."
Suster itu pun memperhatikan wajah Varo dengan seksama, dan setelah dia mengingat jika memang benar Varo adalah anak keluarga berpengaruh itu.
Dia pun mengangguk dan mempersilahkan mereka bertiga untuk pergi. Terlebih lagi, saat ini Alana sudah mengurus administrasi ssperti yang Adam katakan.
"Ayo gue bantuin. Kalau lo jatuh lagi, yang ada lo nyusahin orang, ogeb." Sungut Adam sembari memapah Varo, menuju tempat parkir dengan batuan Alvin.
Setelah sampai di tempat parkir, Adam membantu Varo untuk naik ke jok belakang motor sportnya. "Kita mau kemana sekarang?" tanyanya sesaat sebelum dia memaki helmnya.
"Ke rumah Mila." Jawab varo singkat.
"Alamatnya ege!" seru Adam kesal, karena seperti inilah jika Varo sedang panik, dia akan mendadak bodoh tingkat dewa.
"Jalan aja dulu, napa sih? Ntar gue kasih tau kalau lo harus belok." Adam menghela nafas pasrah dan mulai menjalankan motornya, dengan Alvin yang mengikuti mereka dari belakang, dengan motornya sendiri.
Sepanjang perjalanan, Varo terus memikirkan bagaimana keadaan Queensa. Apakah dia masih sedih? Tapi dia berharap jika Queen akan segera melupakan perasaannya pada Alana, dan berpaling padanya.
Tak butuh waktu lama bagi ketiga remaja itu untuk sampai di rumah Mila, karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh.
Dengan dibantu oleh Adam dan Alvin, Varo pun melangkah menuju pintu utama kediaman keluarga Mila, dan menekan bel pintu, menunggu si pemilik rumah membukakan pintu rumah megahnya.
Wanita paruh baya yang melihat kedatangan Varo dengan dipapah oleh dua pria di kedua sisinya pun terkejut, dan mempersilahkan Varo untuk masuk.
"Loh, nak Varo? Kenapa ini? Ayo masuk." Ajaknya.
Namun Varo justru menggeleng dan menolak tawaran ibunya Mila dengan sopan, "Nggak usah tante, Varo nggak lama kok. Ehm... Maaf tante, apa Milanya ada? Varo mau ketemu sama Mila."
"Ooowh... nyariin Mila? Tadi katanya dia mau ke cafe..." Dia nampak terdiam sejenak dan berusaha mengingat nama Cafe yang tadi Mila sebutkan sebelum dia pergi, "Cafe Grande, iya cafe Grande." Ujarnya, setelah dia mengingat kembali.
"Ya udah tante, Varo mau nyusulin Mila dulu ya. Permisi tante." Setelah berpamitan dengan ibunya Mila, Varo bersama kedua sahabatnya itu pun segera menyusul Mila ke cafe Grande.
*
Di cafe Grande...
Seorang gadis cantik tengah duduk sendirian dengan segelas milk shake coklat di hadapannya, dia tampak tengah menunggu seseorang.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...