Queensa

Queensa
Queensa "163"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Apa iya mereka mau saling bahu membahu alias bergotong royong atau saling memegang rudal Balistik milik satu sama lain, hingga harua berdua dan tidak Adam sendiri saja padahal hanya dia yang ingin ke kemar mandi.


Dan yang paling membuat Varo bingung adalah, di dalam kamar itu kan juga ada toilet. Secara ruangan rawat Varo adalah sebuah ruangan sekelas VIP.


Jangankan toilet, bahkan kulkas, TV, sofa pun juga ada. Lalu kenapa mereka malah berjalan keluar, bukannya masuk ke dalam toilet di ruang rawat itu? Bukankah itu aneh?"


Tapi di sisi lain Varo senang, karena segi positifnya dia bisa berduaan dengan Queensa.


Entah kenapa dia sangat senang, padahal sebelumnya dia adalah orang yang paling malas berada dekat dengan Queensa dan paling gencar membully, mengejek dan mengerjai Queensa.


Tapi kenapa sekarang dia malah begitu bahagia melihat Queen ada di sampingnya, dan berada di ruangan yang sama dengan Queensa, terlebih hanya berdua.


"Gue nggak tau apa yang bikin gue seneng liat lo, tapi gue nggak seneng liat lo deket sama Lana. Apa gue salah, Sa? Tapi lo sama Lana kan nggak ada hubungan, jadi gue masih punya kesempatan dong?"


Ya, dugaan kalian benar. Alvaro Graham kini sudah menjadi makhluk paling sial seantero bumi, setelah dia menyadari jika dirinya memiliki perasaan lain pada si Micin Luar Angkasa, gadis antik yang baru pindah ke sekolahnya belum lama ini.


Sejak kapan Varo memiliki perasaan itu?


Entahlah, bahkan Varo sendiri tidak tau sejak kapan perasaan itu muncul dalam hatinya. Tapi yang jelas kecelakaan itu membuatnya menyadari perasaannya pada sosok Sasa, si gadis antik.


Sebenarnya yang terjadi adalah, Varo melamun saat tengah menyeberang jalan setelah membeli makanan di pedagang kaki lima. Apa yang Varo lamunkan adalah Queensa (Sasa) yang tengah pergi ke sirkuit, terlebih lagi dia berangkat berboncengan dengan Alana.


Alhasil karena dia menyebrang jalan sambil melamun, dia tak menyadari jika ada mobil yang melintas cepat di hadapannya dan membuatnya terserempet hingga terpental beberapa meter.


Dan sialnya si pengemudi mobil langsung kabur tanpa bertanggung jawab, atau setidaknya mengantarkan Varo ke rumah sakit.


Sebenarnya Varo melamun tidak hanya sejak membeli jajanan kaki lima itu, melainkan sudah sejak saat dia sedang makan siang bersama Mila, kekasihnya.


Bahkan saat ini kekasihnya itu kembali marah padanya, karena dia kembali diabaikan oleh Varo yang lebih sering melamun daripada mendengarkan dia berbicara atau bercerita.


Entah kenapa semenjak Varo menyatakan perasaannya, seolah rasa cinta yang dulu dia pendam untuk Mila tiba-tiba menguar, terkikis, berkurang dan seolah akan segera hilang dan habis tak bersisa.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...