Queensa

Queensa
Queensa "257"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tapi pada saat ini, pintu ruangan itu tiba-tiba dibuka oleh Alex.


Sesosok perempuan cantik, dengan setelan jas bewarna hitam dan kaca mata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya, tengah melangkah masuk bersama dengan seorang pria yang mebgikuti di belakangnya.


Mata Kirana membelalak kaget, saat melihat siapa orang yang kini tengah berjalan ke arah mereka. Sosok yang sudah selama satu bulan ini, tidak dia jumpai sama sekali.


"Alex, apa yang kamu lakukan? Kamu tau kan kita sedanh rapat. Kenapa kamu malah mengizinkan orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke sini?"


Melihat kemunculan sosok itu, Kirana menjadi sangat tidak sabar untuk menyalurkan kekesalannya pada Alex, apalagi mengingat jika Alex merupakan mantan orang kepercayaan Mario.


Namun, Laex bahkan tidak mau repot-repot melirik Kirana, yang tengah menatapnya dengab tajam. Dia hanya mengucapkan salam pada sosok yang baru saja masuk ke dalam ruang meeting itu


"Sebelumnya kalian pasti bingung kenapa saya dan kakak saya ini, ada di sini sekarang. Seperti yang kalian tahu, saya adalah anak dari pak Mario, pimpinan di perusahaan ini. Dan kedatangan saya ke sini, karena saya ingin menyelamatkan perusahaan ayah saya dari orang luar yang ingin menguasai Abraham Group."


"Tunggu, orang luar? Apa maksud anda nona? Bukankah Bu Kirana ini ibu tiri anda, istri sah dari pak Mario?" sela salah satu pemegang saham.


Gadis yang tidak lain adalah Queensa itu, langsung mengerutkan keningnya dan melirik sinis ke arah Kirana.


Kemudian berkata, "Istri mana yang tega meracuni suaminya sendiri, hanya demi harta? Istri mana yang berambisi untuk menguasai harta suaminya, di saat suaminya masih hidup, bahkan sedang dalam keadaan yang memprihatinkan?"


Sontak saja semua orang tercengang, mendengar penuturan Queensa.


Ingatan lama itu tiba-tiba muncul kembali. Ingatan dimana Mario membawa dia dan kakaknya itu ke perusahaan.


Dari kejauhan, Queen bisa melihat ayahnya yang duduk dengan penuh wibawa di kursi itu. Dan untungnya, sampai saat ini belum ada yang menggantikan ayahnya dan duduk di kursi itu.


Queen dengan tenang dan penuh percaya diri, mendudukkan dirinya di sana.


"Anak kecil, jangan lancang kamu!" tegur Kirana.


Dia sangat marah melihat Queen yang dengan santainya menduduki kursi, yang bahkan dia sendiri belum berani duduk di sana.


Beberapa orang yang telah menjadi kaki tangan Kirana, karena suatu alasan, juga ikut bersuara dan mendukung Kirana.


"Kamu tidak bisa seenknya di sini, walaupun kamu anak dari pak Mario. Apalagi masih ada bu Kirana di sini, dialah yang dipercaya oleh pak Mario. Jadi dia yang berhak untuk duduk di kursi itu"


Queen terkekeh pelan dan berkata sambil menatap sinis pengikut Kirana, "Berhak? Sejak kapan, seorang pembunuh berhak untuk menempati jabatan ini?"


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...