Queensa

Queensa
Queensa "229"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dan dia sendiri juga tak mungkin untuk tinggal seorang diri di sini, tanpa orang tua. Makanya dia ikut bersama Putri dan kedua orang tuanya, dan sengaja memutuskan komunikasi dengan Mila agar gadis itu tak semakin sedih, karena Dava sendiri tak tau kapan dia akan kembali.


"Aku tau aku salah, Alan. Aku juga akan menerimanya jika kau memang tak bisa memaafkanku, karena aku tau kesalahanku..."


"Ya, kesalahanmu memang sangat besar, Put." Putri meremas kuat jari jemari tangannya, berusaha menahan gemuruh segala rasa yang bercampur menjadi satu di dalam dada. "Kau anggap aku apa, Putri? Kau menyembunyikan penyakitmu dariku. Kau meninggalkanku bersama goresan luka yang kau berikan padaku, dan sekarang kau kembali membawa kenyaataan yang membuatku tak bisa untuk tidak memaafkanmu."


"Iya aku tau itu. Aku..." Putri memandang Alana dengan mata yang terbuka lebar, saat dia memahami arti kalimat terakhir Alana tadi padanya, "Maksudnya kau memaafkanku, Alan?"


Putri menggenggam erat tangan Alana dengan mata yang berbinar indah, fan wajah sendu yang kini berubah menjadi cerah hanya karena sebuah senyuman yang kinj terukir diwajah cantiknya.


Alana mengangguk dan memeluk erat Putri yang mulai kembali meneteskan air mata. Air mata kesedihan yang berubah menjadi air mata haru, hanya karena beberapa kata dari Alana untuknya.


"Kau tau? Aku masih sangat mencintaimu, hingga aku... aku menyakiti hati orang lain, yang kujadikan sebagai penggantimu." Putri mengurai pelukannya dan menatap Alana dengan dahi berkerut.


"Maksudmu?"


Alana pun menceritakan tentang dirinya dan Queensa, bahkan dia juga menunjukkan foto Queen pada Putri. Dan tentu saja Putri sangat bingung, bahkan sempat mengira jika gadis difoto itu adalah dirinya, jika saja dia tak melihat gaya berpakaian gadis itu.


"Bagaimana... bagaimana mungkin? Kenapa wajah kami bisa sama persis seperti duplikat begini, sedangkan kami bukanlah saudara."


Putri masih memandangi foto Queen yang ada di ponsel Alana dan membandingkannya dengan foto dirinya sendiri, dan sekeras apapun dia memikirkannya tetap saja semua terasa aneh baginya. "Oh iya, tadi siapa nama gadis ini?"


"Queensa, Queensa Abraham." Jawab Alana dengan mata penuh pancaran rasa bersalah yang sama sekali tak bisa dia tutupi.


Alana menghela nafas panjang dan mengatakan jika dia akan berusaha memenuhi keinginan Putri, meski dia tak bisa berjanji. Karena dia sadar, jika dia sudah menyakiti hati Queensa terlalu dalam.


Di sisi lain, Queen baru saja sampai di depan basecamp A4, tempat Varo berada, saat ini.


Queen menghela nafas panjang, sebelum melangkahkan kakinya memasuki rumah itu dengan rantang di tangan kanannya.


Tok!


Tok!


Tok!


Setelah beberapa kali ketukan, pintu itu pun dibuka dari dalam oleh Alvin.


"Eh ternyata lo Sa? Masuk gih." Alvin yang kini sudah tau jika Sasa adalah gadis yang disukai oleh Varo, tak ingin banyak bertanya karena dia tau jika kedatangan Sasa ke basecamp mereka, pasti tidak lepas dari campur tangan Varo.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...