
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dia masih merasa patah hati, dan berniat pergi bersama teman-temannya untuk sekedar menjernihkan otak dan hatinya.
"Mati satu tumbuh seribu, Dion. Ayo cari gebetan baru!" gumamnya sambil pasang senyum manis, yang akan membuat ciwi-ciwi meleleh melihatnya.
Bahkan meskipun dia tak mencari gebetan, maka para calon-calon itu akan datang dengan sendirinya. Dia hanya perlu pasang badan dan senyum manisnya yang membuat hati para kaum hawa mleyot itu.
Tapi entah kenapa Dion justru selalu saja menyukai wanita yang bersikap cuek dan dingin padanya. Sudah dua kali dia jatuh cinta dengan tipe wanita seperti itu, dan sudah dua kali juga dia merasakan patah hati.
Namun tidak ada kata kapok dalam kamus seorang Dion Abraham, hanya ada kata "Tiada usaha yang mengkhianati hasil."
*
Singkat cerita, kini Queensa sudah sampai di parkiran sekolahnya dan ternyata Selena sudah ada di sana menunggunya.
"Pagi bestie...!" Selena berhambur dan memeluk Queen seperti Teletubbies yang tengah berpelukan.
"Ya ampun Selena, kamu ngapain peluk aku? Ntar kalau ada yang liat kita, bisa-bisa kita di kira belok." Queen terkekeh setelah melontarkan candaan gopeknya itu.
Selena pun ikut terkekeh, kemudian menggandeng lengan Queensa dan berjalan beriringan menuju kelas mereka.
Di depan ruang kelas...
"Gue bingung deh Sa, kenapa di depan kelas kita ada tulisan selamat datang di kelas sesat sih? Maksudnya apa coba?"
Queen terkekeh geli saat dia mengingat kembali, kali pertama dia datang di sekolah itu dan masuk ke kelas barunya. Saat dimana dia mengetahui arti singkatan kata itu.
Selena pun mengangguk-anggukkan kepalanya, "Cocok sih emang namanya. Lo tau kenapa?" Queen menggelengkan kepalanya, "Soalnya penghuni kelasnya setan sama iblis semua," Selena pun tertawa geli setelah mengatakan hal itu.
"Termasuk aku dan kamu dong berarti?" canda Queen.
"Eiiits... kita ini pengecualian, Ferguso." Sergah Selena sembari melangkah masuk ke dalam ruang kelas, karena dari kejauhan, mereka sudah melihat bu Tya yang berjalan ke arah kelas mereka.
"Pagi anak-anak," sapa bu Tya.
Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Namun Queensa sempat mengernyitkan dahinya, kala melirik ke arah Varo yang tidak mengatakan sepatah katapun padanya.
Padahal dia sudah mengira kalau hari ini Varo akan memarahi atau mengerjainya habis-habisan.
Tapi Varo bahkan tak mengangkat kepalanya, sepanjang pelajaran berlangsung. Membuat bu Tya terus menghela nafas jengah, melihat kelakuan murid spesialnya itu.
Spesial karena memang tidak ada duanya, dialah murid yang selalu bisa membuat para guru darah tinggi dan tepok jidat masal dengan segala kelakuannya.
"Tugas kalian untuk minggu ini adalah melakukan riset lapangan. Satu kelompok terdiri dari dua orang, dan kelompoknya sudah saya tentukan. Alana dan Selena, Rebecca dan Alvin, Maria satu kelompok dengan Marisa, ... , ... , dan yang terakhir Sasa dan Alvaro."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...