Queensa

Queensa
Queensa "166"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dan semua itu membuat Alana tak lagi bisa menahannya, "Kenapa lo keliatan sedih banget, Queen? Apa karena gue ajak lo pulang? Apa lo masih mau nemenin Varo di sini?"


"What!?" Sontak saja Queensa langsung mengangkat wajahnya, dengan mulut menganga lebar dan mata yang hampir melompat keluar.


Bagaimana bisa Alana menyimpulkan kekesalannya adalah karena di dipaksa pulang oleh Alana, dan tidak bisa lagi menemani Varo malam ini. Benar-benar kesimpulan paling gila, aneh bin ajaib yang pernah Queen dengar.


Padahal tadi dirinya sama sekali tidak mengatakan jika dia masih ingin menemani Varo, tapi saat dia akan menjelaskan kenapa dia masih belum ingin pulang, Varo justru sudah menyambar ucapannya dan membuat Queen tak bis menyelamatkan kalimatnya.


"Kenapa, emang kata-kata gue ada yang salah?" Alana menautkan alisnya, dan Queen langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi Alana.


"Enggak panas kok, tapi kenapa lo ngomongnya ngelantur sih Lan...?"


Queen benar-benar kesal dengan tuduhan tidak berdasar Alana padanya, mana mungkin dia tidak mau pergi dan justru ingin menemani Varo semalaman?


Itu hal gila yang bahkan tidak pernah terlintas di benaknya sekalipun.


"Ngelantur gimana sih, Queen? Soalnya ini nih... ini..." Alana menguncir bibir manyun Queen dengan tangannya, "Udah bisa di kuncir bibir lo cuma gara-gara gue ajak pulang, ya nggak salah dong kalo gue kira lo nggak mau pulang karena mau nemenin Varo."


Queen yang kini mengerti alasan Alana mengatakan hal itu pun akhirnya tertawa lepas, bahkan dia tidak memperdulikan orang-orang yang melihat ke arahnya.


"Lo mau tau kenapa gue kesel?" Alana pun mengangguk, "Ada syaratnya."


"Nanti aja buat syaratnya kalo gue udah bilang, dan lo harus turutin syarat dari gue."


Mereka berdua pun bersalaman seolah baru saja sepakat dan mencapai keputusan bersama setelah musyawarah dan mufakat.


"Gue kesel bukan karena gue masih pengen di sana, apalagi buat jagain si Biang Sial. Gue itu kesel karena gue laper, Lana. Lo kan tadi abis beliin gue bakso, dan belum sempet gue makan. Eh lo udah main tarik-tarik aja, ya gue kesel lah. Nggak tau apa nih cacing peliharaan gue udah pada anarkis di dalam perut, udah pada vandalisme nih bakar-bakar lambung gue."


Mendengar penjelasan Queensa yang komplit dengan segala umpatan dan ungkapan kekesalannya itu, tentu saja membuat Alana melupakan amarahnya dan kini justru dia lah yang tertawa lepas.


Ternyata pikiran yang tadi sempat membakar hati dan pikirannya, hanyalah sebatas pemikiran negatif tanpa dasar yang berawal dari rasa cemburu, atau yang sering di sebut dengan cemburu buta.


Seperti kata pepatah lama, tidak semua hal yang terlihat adalah sebuah kebenaran, jadi pastikan dulu kebenarannya sebelum menilai dan mengambil tindakan.


"Astaga... gue ternyata terlalu negatif thinking sama Queen, tapi tadi Varo juga pasti mikir gitu kan? Gimana ya reaksinya dia kalau tau ternyata yang bikin Queen kesel bukan karena nggak bisa jagain dia, tapi karena nggak rela ninggalin baksonya."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...