
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dan Alana yang melihat Putri kesulitan untuk berdiri, dengan sigap membantu gadis itu. Dia memapah tubuh Putri dan menurunkannya dari ranjang, yang tanpa dia sadari jika hal itu membuat Queensa mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tanpa berbasa-basi lagi, Queen melangkah menuju pintu keluar, "Kita pergi sekarang." Dion juga akhirnya ikut membantu Alana, memapah tubuh Putri mengikuti langkah Queensa.
Sedangkan Queen sendiri, tengah berusaha mati-matian untuk menahan gejolak amarah dan kobaran api cemburu yang seolah tengah melahap habis hati dan tubuhnya.
Bagi Queensa, yang harus dia prioritaskan saat ini adalah kondisi Ayahnya yang sedang tidak baik. Dan jika benar, Putri adalah saudara kandungnya, maka tak ada lagi alasan baginya untuk tidak menyukai Putri.
Berbeda dengan Dion yang sepertinya masih belum bisa percaya dengan apa yang kini terpampang nyata dihadapannya.
Sosok dengan wajah yang tidak hanya mirip, melainkan benar-benar sama persis, dengan wajah adik tercintanya, Queensa.
Dia menatap Alana dengan alis yang bertaut, "Lan, kok lo bisa kenal sama Putri?"
"Lah, abang sendiri gimana bisa kenal sama Putri?" tanya balik Alana. Karena memang seharusnya, dialah yang berhak menanyakan hal itu pada Dion, karena dia sudah jelas adalah teman masa kecil Putri.
"Karena dia adek gue, meskipun gue belum bisa percaya."
Alana membulatkan matanya, menatap tidak percaya pada Dion yang dia anggap tengah membual. Bagimana tidak? Dia sudah bersama dengan Putri sejak kecil, bahkan sejak mereka masih menggunakan pempers. Tapi dia tak pernah sekalipun melihat sosok Dion apalagi Queensa, saat itu.
Jadi bagaimana bisa, tiba-tiba saja Dion mengklaim jika Putri adalah adiknya? Itu sangat-sangat tidak masuk akal, baginya.
Mungkin memang wajah Putri dan Queensa itu sangat mirip meskipun ada beberapa perbedaan, tapi bukan berarti mereka adalah saudara, begitulah piki Putri.
"Gue juga kurang ngerti gimana ceritanya. Jadi lebih baik, nanti lo tanya aja sama ayah."
"Jangan bercanda deh bang. Gue itu udah kenal Putri sejak kita masih lari-larian pakai pempers, dan emang bener kalau Putri itu anak tunggal. Ya... emang sih, muka dia mirip sama Queen. Tap bukan berarti mereka itu saudara, apalagi kembar kan, bang?"
"Au ah gelap. Lo tanya aja ntar ama bokap gue. Kepala gue aja udah mau pecah, mikirin kondisi bokap gue."
Alana kembali dikejutkan, kala ia mendengar penuturan Dion, "Loh, emang papanya bang Dion sakit? Sakit apa?"
Dion menggelengkan kepalanya, karena tak mungkin baginya untuk memberitahukan segala kebenarannya pada Alana, yang notabene bukanlah siapa-siapa di keluarga mereka.
Akhirnya mereka pun sampai di depan kamar rawat, yang ayah Queensa tempati.
Tanpa menunggu lama, Queen membuka pintu kamar ayahnya, bersama dengan Dion dan Alana yang tengah memapah Putri.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...