
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Tapi kali ini tak ada lagi wajah selengean yang dia tampilkan, hanya wajah datar tanpa ekspresi yang justru terkesan aneh bagi Queensa.
"Kenapa ni anak? Barusan aja masih selengean, kenapa sekarang jadi diem gitu? Labil banget, kayak cewek lagi datang bulan." Pikir Queensa.
Varo pun menyadari arah tatapan Queensa yang justru tertuju pada dirinya, bukan pada lembar soal di tangannya.
Melihat hal itu, Varo pun berdehem membuat Queensa tersadar dan segera mengalihkan perhatiannya dari Varo.
Dia mencoba kembali memfokuskan otak dan pikirannya, pada lembar soal yang sudah berisi jawaban itu.
Berusaha menyembunyikan rasa canggung yang tiba-tiba saja menderanya karena tertangkap basah sedang memandangi wajah Varo.
"Gue tau gue ganteng, tapi nggak usah di liatin terus juga kali. Ntar kalo lo naksir, gue nggak tanggung jawab ya."
Queen auto memutar jengah bola matanya, mendengar ucapan dengan tingkat kepercayaan diri di atas batas normal itu.
Tapi dia memilih diam, karena tak ingin kembali memicu perdebatan yang akan membuat acara belajar itu berubah menjadi tawuran pelajar.
Beberapa saat setelah mengecek semua jawaban Varo, Queen pun dapat sedikit menyunggingkan senyum manisnya.
"Bagus, sebenarnya kamu itu pinter cuma terlalu malas belajar. Jadi nggak susah juga buat ngajarin kamu, tinggal bagian ini dan ini yang kayaknya kamu masih belum paham."
Varo mengangguk melihat bagian yang Queensa tunjukkan, memang benar bagian itulah yang dia tak mengerti sama sekali maka dari itu tadi dia juga sudah melingkarinya.
Bagaimana bisa seorang Varo mau belajar dengan seserius itu, dan tentunya hal itu menimbulkan beberapa spekulasi di otak Alana tentang alasannya.
Biasanya Varo itu tak pernah mau belajar, bahkan untuk sekedar menyentuh buku pelajaran pun dia sangat jarang. Seolah jika memegang buku itu, dia aka langsung terlempar jauh hingga sampai ke antariksa.
Dan kini Varo justru tampak sangat serius belajar. Entah itu karena ancaman bu Tia atau justru karena yang mengajarinya adalah Queensa, Alana tidak tau yang mana satu alasan Varo sebenarnya.
Tapi dia lebih berat dengan spekulasi pertama, yaitu ancaman bu Tia. Karena dia sangat tau, Varo tak pernah bisa melawan perkataan bu Tia selama ini.
Karena saat perang adu mulut terjadi, di selalu saja kalah dari bu Tia sehingga membuat Varo tak pernah mau lagi berdebat dengan guru cantik itu.
"Udahlah, bagus juga kalau ternyata si Varo pinter." Alana kembali menaiki anak tangga dengan tiga botol minuman kaleng dingin di tangannya.
Sementara Queen dan Alvaro sibuk soal-soal dan materi pembelajaran di hadapan mereka, ketiga orang yang lain justru kini tengah bersenang-senang.
"Gue menang lagi, dasar Cupu lo! Ha ha ha"
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...