Queensa

Queensa
Queensa "235"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dan tak berapa lama, Alvin sudah kembali dengan membawa empat kaleng minuman dingin. Dia memberikan dua pada Queen, "Nih satu buat lo, yang satu lagi buat si Al."


"Ok." Queen pun menerima minuman itu dan Alvin berjalan kembali ke kamar Adam dengan membawa dua kaleng minuman dingin juga.


Queen menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan demi menetralkan degup jantungnya, sebelum dia kembali ke dalam kamar Varo.


Setelah merasa cukup tenang, Queen pun membuka sedikit pintu kamar Varo.


Cklek!


Queen mengintip ke dalam untuk memastikan jika Varo sudah selesai berganti pakaian.


"Masuk aja gue udah pake baju kok," sahut Varo yang melihat Queen hanya melongokkan kepalanya saja ke dalam.


Queen masuk ke dalam dan memberikan minuman itu pada Varo, "Nih."


"Makasih." Varo menerima minuman itu dan menenggaknya, namun pandangan Queen kembali ke atas nakas, dimana foto yang tadi sempat dia lihat itu, berada.


"Oh iya, Al. Itu..." Queen menunjuk ke arah bingkai foto di atas nakas.


"Kakak gue," jawab Varo yang mengerti maksud Queensa.


Namun Queen yang tidak tau jika Varo memiliki seorang kakak pun hanya bisa menatap bingung, pada Varo yang tengah mamandang lurus kedepan dengan tatapan sendu.


"Kakak? Terus dia dimana, kok kayaknya diberita nggam pernah ada ya?"


Varo menatap ke arah langit-langit kamarnya, dengan senyum getir yang begitu memperlihatkan betapa sedihnya seorang Alvaro Graham karena kepergian sang kakak, yang bahkan tak memiliki hubungan darah dengannya.


"Hah? M-maaf aku nggak tau." Queen panik saat sadar jika tanpa sadar sudah mengorek luka lama Varo.


Queen yang melihat tatapan kesedihan dan kesepian dimata Varo, entah kenapa sangat ingin memeluk pria itu saat ini. Hingga akhirnya keinginannya itu taj dapat dia tahan lagi.


Tanpa permisi, Queen menarik Varo kedalam pelukannya, mengusap lembut punggung pria yang kini masih terkejut dengan apa yang dia alami.


"Jangan bersedih lagi, kamu kan udah bilang sendiri kalau kakakmu itu sudah bahagia, jadi kamu juga harus bahagia sepertinya, meskipun kalian terhalang takdir yang menyakitkan. Tuhan lebih menyayanginya, sehingga memanggilnya lebih dulu, jadi jangan khawatir. Dia pasti tak ingin melihatmu sedih berlarut-larut seperti ini."


Queen yang merasakan debaran jantungnya terus terpacu dan berdetak semakin cepat pun segera melepaskan pelukannya dari Varo, namun tanpa dia duga, pria itu justru menahan punggungnya dengan sebuah pelukan.


Bahkan Varo memeluknya dengan begitu erat, dan membuat jantung Queen semakin terpacu seolah ingin berlari keluar dari tempatnya.


"Tetaplah seperti ini, sebentar saja." Queen merasakan pundaknya basah dan mengetahui jika Varo tengah menangis, sehingga dia terpaksa membiarkan Varo meluapkan kesedihannya.


Queen kembali menepuk dan mengelus punggung Varo dengan lembut, meski dia sendiri juga harus berusaha kerasa menahan gejolak aneh didadanya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...