Queensa

Queensa
Queensa "184"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Selama perjalanan, Queen hanya diam sambil fokus pada ponselnya karena dia masih merasa kesal pada Varo, yang begitu suka memerintah dirinya melakukan ini dan itu padahal saat ini Queensa sudah bukan lagi kacungnya.


"Dek, kenapa tuh muka lo? Kusut amat, kayak baju lupa di setrika." Dari gesture dan gerak bibirnya, bisa di lihat degan jelas jika Queensa benar-benar sedang marah saat ini.


Namun siapa dan apa yang membuat Queensa Abraham marah, Dion pun tidak tau dan karena itu juga kini dia ingin mencoba menggali informasi.


"Gue kesel sama si Varo, bang. Dia nyuruh gue dateng ke rumah sakit nanti abis pulang sekolah, ya... walaupun tujuannya buat minta gue bimbing dia belajar sih, tapi tetep aja gue masih kesel sama cara dia minta tolong yang kesannya lebih kayak nyuruh babu aja gitu!"


Sontak saja Dion tertawa mendengar penuturan Queensa. Dia bisa membayangkan seberapa kesal Queensa saat ini. Secara selama ini tidak pernah ada orang yang berni menyuruh-nyuruh Queen melakukan ini dan itu, kecuali aku dan almarhumah bunda tentu saja.


"Ngeselin banget sih lo, bang. Lo sama si Biang Sial itu sama aja, sama-sama ngeselin!"


Queen menggeplak keras lengan Dion dengan bibir yang tak berhenti mengomel karena kakaknya itu justru malah menertawakannya, karena bisa di suruh-suruh oleh anak ingusan itu.


"Kenapa lo panggil dia Biang Sial? Emang lo sial mulu kalo deket ama tuh makhluk?" tanya Dion yang sudah sambil menahan tawanya lebih dulu, padahal Queen saja belum menjawab pertanyaannya sama sekali.


Dion pun akhirnya tak bisa lagi menahan tawanya dan tertawa lepas, menertawakan kesialan Queensa juga ketidakberdayaannya hanya karena identitas Sasa itu.


"Dek, emang lo nggak ada rencana buat berhenti nyamar jadi cupu? Tujuan lo nyamar kan udah dapet, lo udah dapet temen-temen yang baik kayak si Alana sama si Kaleng Rombeng itu."


"Selena bang! Namanya Selena, bukan kaleng Rombeng! Lagian lo sendiri aja berisik kayak knalpot bajai, masih sok-sokan ngatain orang lain berisik." Queen mencebikkan bibirnya dengan tatapan sinis pada Dion.


"Iya iya iya terserah lo deh. Mau Selena kek mau Selena Gomez juga terserah, nggak perduli gue sama namanya. Yang jelas kan lo udah dapet tuh temen yang tulus. Terus kapan lo mau bongkar penyamaran lo ini? Emang nggak ribet apa sekolah pake segala dandan kayak begini?"


Queen pun menghela nafas kasar dan menatap ke arah luar kaca jendela mobil kakaknya itu, "Ya gue masih pengen aja jadi Sasa, bukan Queensa. Jujur aja gue lelah sama kehidupan kita yang jadi berantakan gini gara-gara duo lampir itu bang, tapi kan lo juga tau kalau ayah nggak pernah mau dengerin omongan kita soal kebusukan lampir itu."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...