
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen mengganti pakaiannya. Dia sudah tidak sabar, untuk memberi tahu ayahnya tentang kejadian hari ini.
Dia segera bersiap-siap untuk pergi ke mansion, tempat dimana dia menyembunyikan ayahnya setelah pulang dari luar negeri.
Tok... Tok... Tok...
Queen yang mendengar ketukan di pintu kamarnya pun, segera menyahut, "Masuk aja bi, pintunya nggak dikunci kok."
Cklak!
Pintu pun terbuka. Namun Queen belum sadar jika orang yang masuk, bukanlah pelayan melainkan orang lain.
Hingga saat orang jtu angkat bicara, Queen pun baru menyadari jika orang yang baru saja masuk ke kamarnya tidak lain adalah adik tirinya, "Kak, bisa kita bicara sebentar?" tanyanya.
Selama beberapa detik, Queen terdiam tanpa kata. Namun akhirnya dia menganggukkan kepalanya, dan duduk di atas ranjangnya, bersebelahan dengan Renata.
Namum setelah beberapa menit berlalu, Renata masih terdiam tanpa sepatah katapun terucap dari bibirnya.
Membuat Queen sedikit jengah dan akhirnya bertanya, "Apa yang ingin kau bicarakan?"
Renata tampak menarik nafas panjang, membuat Queen bisa menebak jika adik tirinya itu sudah mendapatkan kabar, tentang ibunya yang ditangkap oleh polisi.
Renata tau, jika dia terlalu egois dengan meminta hal itu pada Queensa. Dia tau kesalahan yang sudah ibunya perbuat pada keluarga ini begitu besar, dan bahkan tidak layak untuk dimaafkan.
Tapi dia bertekad untuk tetap memohon pada Queensa, agar ibunya dibebaskan. Karena bagaimanapun, Kirana adalah satu-satunya orang yang masih dia punya saat ini.
Queen menghela nafas panjang, "Maaf, tapi aku tidak bisa. Kesalahan ibumu tidak layak untuk diampuni. Dia meracuni ayahku hanya demi harta, dia juga membuang adikku demi harta. Lagipula kesalahan ibumu tidak hanya itu. Dia adalah pembunuh. Jadi meskipun aku mencabut tuntutanku, dia tak akan terbebas dari jerat hukum."
Bagai tersambar petir di hari hujan deras. Tubuh Renata terpaku tidak bergerak, mendengar hal yang sama sekali tidak ia duga.
Yang dia tau, ibunya menikahi ayah Queensa demi harta. Tapi dia tak menyangka, jika cara ibunya untuk mendapatkan harta itu adalah dengan meracuni ayah tirinya.
Tidak, dia sama sekali tak tau menau soal hal itu. Terlebih tentang pembunuhan yang sudah ibunya lakukan, dulu.
"Kau tidak perlu khawatir. Kau tidak ada sangkut pautnya dengan urusan ini, jadi aku tak akan menyakitimu. Tapi jujur saja, aku belum bisa menerima kehadiranmu di keluarga ini. Jadi aku akan mengirimmu ke luar negeri, itupun jika kau mau. Keluarga kami tetap akan menanggung biaya hidup dan pendidikanmu, jadi kau tidak perlu khawatir." Queen menatap wajah Renata dan kembali berkata, "Aku tau ini mungkin tidak adil untukmu. Tapi wajahmu membuatku terus teringat dengan iblis wanita itu, jadi maafkan keputusanku jika itu menyakitimu."
Renata terdiam cukup lama. Dia meresapi semua ucapan Queen, dan dia sangat-sangat mengerti keputusan yang diambil Queensa adalah keputusan yang sangat berat.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...