Queensa

Queensa
Queensa "203"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Nggak ada yang sayang sama Lana, Bi. Papa, Mama, mereka sibuk kerja terus nggak pernah perhatiin Lana. Dan sekarang Putri, Bi. Putri juga pergi ninggalin Lana, apa Lana emang nggak berhak bahagia, Bi?" tanya Alana dengan tatapan kosong ke arah depan.


Sontak saja perkataan Alana membuatnya terenyuh, bahkan air matanya merangsek dan memaksa keluar tanpa permisi, kembali membasahi pipinya.


Dia pun memeluk tubuh sang tuan muda yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri itu dan berkata, "Siapa yang bilang gitu den... Bibi sayang banget sama den Lana. Bibi udah anggep den Lana kayak anak Bibi sendiri, jadi jangan pernah ngomong begitu lagi ya den Bibi jadi sedih dengarnya."


Alana pun tersenyum miris mencegatnya, memang benar hanya pengasuhnya saja yang selama ini menemani Alana. Tapi siapa yang bisa menjamin jika sang pengasuh tak akan pergi meninggalkannya seperti apa yang Putri lakukan padanya.


Janji yang terucap dari mulut manusia memang tak bisa lantas dipercaya begitu saja. Kata yang terucap dari lidah tak bertulang, memang sering kali hanya bualan belaka. Dan Putri sudah membuktikannya, dia mengingkari janjinya.


Sejak saat itulah Alana berubah menjadi pendiam, tapi saat dia diganggu maka dia akan menjadi sangat kejam.


Dan awal persahabatannya dengan Varo juga karena sebuah perkelahian yang dimenangkan oleh Varo tentunya, dan hadiah kemenangan yang Varo inginkan sangat tidak terduga.


Dia menginginkan Alana, menjadi sahabatnya. Alana adalah sahabat pertama Varo setelah masa keterpurukannya, begitu pula sebaliknya.


#Flashback off


"Kau tau, Put. Aku bahkan pernah hampir mengakhiri hidupku, hanya karenamu. Tapi orang tak di kenal menghajarku habis-habisan, dia mengalahkanku dan meminta hadiah atas kemenangannya. Konyol bukan? Dia memintaku menjadi sahabatnya, Put."


Air mata pun menetes dari ujung mata Putri yang masih belum sadarkan diri itu, entah karena apa. Tapi hal itu tak luput dari perhatian Alana. Dia menghapus air mata dari sudut mata gadis tercintanya.


Tanpa Alana sadari, di ambang pintu ruangan itu seseorang tengah berdiri mematung mendengarkan segala yang dia ucapkan pada gadis di hadapannya dengan mata yang sudah memerah menahan air mata.


Dadanya terasa sesak mendengar kalimat demi kalimat yang terucap dari bibir Alana, terlebih setelah dia melihat wajah gadis yang tengah terbaring lemah itu.


Dia menutup pintunya perlahan, lalu berlari menyusuri koridor rumah sakit itu dengan air mata yang sudah mengalir sejadi-jadinya. Tujuannya tidak lain adalah roof top rumah sakit itu.


Dia berdiri di tepian tanpa rasa takut sedikitpun kemudian berteriak, "Aaaaaahhh!"


Setelab itu tubuhnya pun tertarik ke belakang oleh sebuah tangan kekar yang membuatnya terkejut, hingga dia terjatuh ke lantai dengan pemilik tangan itu sebagai alasnya.


"Bangun, Sasa. Lo berat!" ujarnya.


Queen yang mengenali suara itu pun segera bangkit berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap pada sosok itu. Tak lupa dia juga menghapus air matanya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...