Queensa

Queensa
Queensa "51"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Awalnya dia mengira jika laki-laki itu adalah pacar dari Queen, dan mereka memang sedang janjian di cafe itu sehingga Alana yang tadinya baru akan menghampiri Queensa pun mengurungkan niatnya itu.


Dia hanya terus melirik ke arah Queen dan laki-laki itu, sampai-sampai dia mendengarkan sama sekali pembicaraan antara teman-temannya dan produser itu.


Tapi saat melihat Queensa menatap laki-laki itu dengan penuh kebencian dan rasa jijik yang begitu jelas terlihat.


Apalagi saat laki-laki itu menggenggam tangan Queensa pun membuat Alana yakin jika kedatangan laki-laki itu tak di inginkan oleh Queensa.


Hingga akhirnya Alana tiba-tiba saja berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah meja Queen, bahkan dia tak memperdulikan panggilan dari teman-temannya.


Yang ingin dia lakukan saat ini hanya satu, yaitu menghajar laki-laki itu tidak perduli siapapun dia, karena dia sudah berani menyakiti Queensa di depan matanya.


Bagaimana Alana tau jika Farrel tengah menyakiti Queensa, tentu saja karena Alana melihat Queen yang sepertinya sedang menahan rasa sakit akibat genggaman tangan laki-laki itu.


Dan dengan cepat Alana mencekal tangan Farrel sambil berkata, "Lo lepasin dia atau lo bakal kehilangan tangan busuk lo ini!"


"Alana?" gumam Queen yang semakin terkejut karena dia bahkan tak menyadari sejak kapan Alana sudah berdiri di sampingnya.


Farrel menatap dengan intens pada manik mata Alana, dan melihat tatapan kebencian yang entah kenapa mampu membuat nyalinya sedikit menciut.


"Heh, jaga ya mulut lo, Magadir! Gue nggak akan pernah sudi buat jadi pacar lo lagi! Dan lo itu nggak budeg kan? Berapa gue bilang sama lo, gue itu bukan pemulung yang suka mungut SAMPAH, yang udah gue buang."


Alana mengulas senyum mendengar ucapan Queensa, dan dia pun melepaskan cekalan tangan Farrel pada Queen.


Dan apa yang Alana lakukan setelah itu, mempu membuat semua orang ternganga begitu juga dengan teman-temannya. Alana menarik pinggang Queensa, membuat tidak ada jarak lagi di antara mereka.


"Lo denger kan, apa kata cewek gue? Dia udah punya gue, dan lo itu cuma sampah di masa lalunya dia. So, mending lo pergi jauh-jauh dan jangan pernah lagi gangguin pacar gue. Atau lo bakal tau akibatnya!"


Queen membulatkan matanya mendengar ucapan Alana yang malah ikut-ikutan menyebutnya sebagai pacarnya, tapi bagaimana pun saat ini Alana sedang membantunya lepas dari Magadir itu.


Jadi tidak mungkin akan mempermalukan Alana, dengan mengatakan jika dia bukanlah pacarnya seperti apa yang Alana katakan.


"Kenapa pacar gue jadi banyak? Kemaren si Varo ngira bang Dion pacar gue, hari ini Farrel sama Alana ngaku-ngaku jadi pacar gue. Kenapa gue jadi ngerasa kaya playgirl ya?" batin Queensa terkekeh dalam hati.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...