Queensa

Queensa
Queensa "158"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Alana dan Queen yang berada paling dekat dengan nakas pun, segera mengambil gelas itu hingga terjadilah adegan ala-ala slow motion di film-film romance.


Adegan di saat pemeran wanita dan pemeran pria melakukan kontak fisik secara tidak sengaja, di mana pemeran lain yang ada di sampingnya seolah hanya rumput yang bergoyang.


Netra Alana dan Queen saling bertemu dengan tangan yang masih memegang satu gelas yang sama, dan momen itu bertahan sampai beberapa menit hingga membuat yang lain menatap mereka dengan jengah.


"Ekhem! Mau berapa lama kalian liat-liatan? Itu si Varo keburu dehidrasi." Adam yang sudah tak tahan melihat adegan bagai dunia milik berdua itu, akhirnya langsung menjadi pihak penengah dan mengambil gelas dari tangan Alana dan Queen.


Alana dan Queen sontak saja tersadar dari mode freeznya, dan segera memalingkan wajah masing-masing ke arah lain.


Setelah gelas itu berpindah tangan pada Adam, dia pun segera menyerahkan gelas itu pada Varo yang sudah menunggu sejak tadi dengan raut wajah yang sulit digambarkan.


Air putih di gelas pun akhirnya tandas tak bersisa.


"Al, kenapa lo bisa jadi kayak gini sih?" Alvin yang sedari tadi hanya diam pun, kini membuka suaranya.


"Ya biasalah, resiko jadi anak pebisnis." Varo nampak tersenyum, namun itu adalah sebuah senyum getir.


Alvin pun langsung mengerti karena ini memang bukan pertama kalinya bagi Varo, dan ya... memang semua itu adalah ulah para saingan bisnis ayahnya.


Karena ayah Varo adalah orang yang terkenal ambisius di kalangan para pebisnis, alhasil tidak sedikit pebisnis yang tidak suka dengan sosok ayah Varo yang sering menampilkan citra baiknya hanya di depan publik.


"Nih barang-barang lo." Alana memberikan ponsel dan dompet milik Varo yang memang tadi sudah diserahkan pada pihak rumah sakit, oleh orang-orang yang mengantarkan Varo ke sana.


"Thanks. Kok kalian bisa di sini, emang kalian tau darimana? Kan biasanya kan kalian baru dateng kalo gue telepon."


Semua orang pun langsung menatap Queensa serempak, dan membuat Queen bingung lalu menaikkan dagunya seolah bertanya tanpa suara, "Ada apa?"


Mengerti maksud ketiga pria itu, Queen pun menghela nafas panjang.


"Aku yang di telepon sama orang-orang yang nolongin kamu, katanya kamu kecelakaan terus nggak ada kontak keluarga. Ya... jadinya mereka hubungin nomorku yang katanya ada di kontak darurat."


Varo pun sepertinya sedikit terkejut mendengar hal itu, namun dia bisa dengan cepat menetralkan kembali wajahnya yang sempat terlihat tegang.


"Itu karena gue lupa hapus kontak lo dari kontak darurat, kan lo pernah jadi kacung gue jadi gue taruh di kontak darurat biar cepet kalo gue butuh apa-apa."


Queen yang sudah menduga alasan itu pun hanya bisa memutar jengah bola matanya, dan kembali mengalihkan pandangannya pada Alana.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...