Queensa

Queensa
Queensa "209"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Alhasil Varo pun membaca komik One Piece milik Queensa yang tergeletak di samping ranjangnya, karema sang pemilik yang tadi buru-buru pergi untuk mencari Alana.


Alana sendiri juga tak ingin menanyakan apa yang terjadi pada Varo, karena saat ini kepalanya sudsh terisi penuh dengan nama Putri.


Gadis yang sudah bertahun-tahun lamanya menghilang dan kini muncul lagi dihadapan tanpa permisi, memporakporandakan lagi hatinya yang bahkan belum sempat pulih dari rasa sakit yang dulu dia torehkan.


Alana pun memilih duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Varo, meletakkan kepalanya dengan kedua tangan terlipat sebagai tumpuan.


"Eh tu anak dua pada kenapa dah? Aneh banget." Adam memandang Varo dan Alana bergantian sambil bergumam menanyakan pendapat Alvin tentang apa yang terjadi antara dua manusia di hadapan mereka itu.


"Ya... meneketehe! Emang gue emaknya?" seloroh Alvin yang auto mendapatkan hadiah toyoran di kepalanya, dari Adam yang kesal mendengar jawaban tak berguna dari sohibnya itu.


Hingga suara pintu yang terbuka, mengalihkan atensi semua orang ke arah sana.


Cklak!


Alana, Adam dan Alvin tampak mengernyitkan dahinya saat melihat wajah sosok yang kini tengah berdiri di ambang pintu itu.


Dia berjalan menuju ke arah Varo, mengambil buku komik miliknya yang ada berada tepat di sebelah Varo lalu berkata, "Aku mau pulang dulu. Kalau komik yang itu masih mau kamu baca, bawa aja dulu ntar kembaliin kalau kamu udah sembuh."


Tanpa menunggu jawaban dari Varo, gadis yang tak lain adalah Queensa itu pun segera menyambar tas sekolahnya dan melangkah tanpa berniat untuk menyapa Alana.


Queen menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap pada Alana, namun tak mengucapkan sepatah katapun, hanya menunggu Alana mengatakan alasannya menahan Queen pergi.


Tanpa mereka sadari, Varo menatap lekat kearah tangan Alana yang tengah menyentuh lengan Queensa. Kilatan kemarahan jelas terpancar dari sorot mata Varo, bahkan Adam dan Alvin yang melihatnya pun sudah bisa menilai jika saat ini Varo tengah terbakar api cemburu.


"Kenapa buru-buru? Katanya kamu mau belajar sama Varo."


"Ditunda dulu, aku buru-buru ada urusan penting." Jawab Queen dengan ekspresi datarnya.


Alana sepertinya juga menyadari perubahan Queensa. Terlebih dia tau siapa Queensa sebenarnya dan seperti apa sifat gadis itu. Sosok periang yang bar-bar dan humoris itu, seolah menghilang dan berganti menjadi sosok gadis dingin yang tak tersentuh.


Queen melihat kearah tangannya yang masih di cekal oleh Alana, dan membuat Alana langsung melepaskan pegangan tangannya kemudian meminta maaf, "Sorry, gue refleks."


"Refleks refleks mata lo! Bilang aja lo nyari kesempatan dalam kesempitan dasar uler kadut!" batin Varo yang tengah kesal. Bahkan dia tanpa sadar meremas lembaran buku komik milik Queensa yang ada di tangannya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...