
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen menangis terisak, kemudian naik ke atas besi pembatas. Namun baru saja Queen naik ke besi pembatas yang pertama, tubuhnya tiba-tiba saja limbung dan jatuh ke belakang akibat sebuah tarikan keras seseorang dari arah belakangnya.
"Aw! Sakit!" seru Queen.
Dia mengelus-elus pantatnya yang terasa sedikit sakit, karena membentur lantai trotoar dengan keras.
Queen menoleh untuk melihat orang gila mana yang menariknya hingga jatuh.
"Om, lo gila ya?! Ngapain lo narik-narik gue? Pantat gue jadi sakit tau!" kesal Queen sambil menatap tajam pada pria yang masih terduduk di atas lantai itu.
Queen tampak bingung, karena pria yang menariknya itu hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya dengan tubuh yang tampak sedikit bergetar.
"Nih orang kenapa? Masa iya dia jadi gila gara-gara jatuh? Kan yang nyium trotoar pantatnya doang, bukan kepalanya," batin Queen yang perlahan mulai sedikit menjauh dari pria itu.
Dan setelah memastikan jika jarak aman antara dirinya dan pria itu cukup, Queen pun mentoel kaki pria itu dengan ujung sepatunya.
"Woy, Om! Lo tidur apa mati, hah?" oceh Queen sambil terus menyentuh kaki pria itu dengan ujung sepatunya, membuat tubuh pria itu menjadi bergoyang sesuai dengan gerakan Queensa.
Bukannya menjawab pertanyaan Queensa, pria itu justru tiba-tiba saja berdiri dan menatap tajam pada Queen yang matanya sudah memerah karena habis menangis.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Apa kau mau mati, hah!? Apa kau tidak memikirkan orang-orang yang perduli padamu!?" seru pria itu dengan kilatan kemarahan yang bercampur dengan sendu di matanya.
"Tapi kan gue—" Belum sempat Queen menyelesaikan ucapannya, pria itu sudah memotongnya lebih dulu.
Queen yang mendengar ucapan pria itu pun hanya bisa terdiam.
Meskipun dia tak punya niatan sama sekali untuk mengakhiri hidupnya, tapi melihat tatapan sedih di mata pria itu membuat Queen tak mampu lagi berkata-kata.
Bahkan hingga pria itu pergi meninggalkannya tanpa kata, meninggalkan sejuta tanya di benak Queensa.
"Siapa dia? Kenapa dia aneh banget sih?"
Queen yang tak mau terlalu ambil pusing dengan orang aneh itu pun segera kembali menaiki skutiknya, untuk segera kembali ke rumah dan menyapa pulau kapuk kesayangannya.
Pulau kapuk yang selalu menjadi saksi bisu kesedihan, kebahagiaan, dan segala rasa dihati Queensa. Karena biasanya Queen hanya menangis dalam diam, entah itu saat dia tersakiti atau saat dirinya mengingat almarhumah ibundanya.
"Huft..." Queen menghela nafas kasar. Niatannya tadi untuk naik ke pembatas jembatan hanyalah untuk berteriak sekeras-kerasnya demi melepaskan emosi.
Tapi sayangnya orang aneh itu tiba-tiba saja datang dan membuat pantatnya mencium trotoar dengan begitu mesra hanya karena sebuah kesalahpahaman, yang mengira jika Queen ingin bunuh diri.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...