
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Siapa? Pangeran berkuda putih ya?" tanya Selena dengan wajah berbinar, dan di jawab anggukan oleh Queensa.
Sedangkan Varo yang mendengar panggilan itu, membuatnya merasa ingin muntah. Sangat lebay, begitulah menurutnya.
Dia mengira jika yang Selena maksud dengan pangeran berkuda putih itu, adalah orang yang baru saja menelepon Queensa yang dikiranya adalah pacar dari si gadis cupu.
"Sayang, kamu kenapa malah ngelamun? Katanya mau nemenin aku nonton?" rengek Mila menyadarkan Varo dari lamunannya.
Karena kesal, Varo pun memilih segera pergi dari sana sambil menggandeng tangan Mila. Bahkan dia tak berpamitan dengan teman-temannya, dan berlalu begitu saja menuju tempat di mana motor miliknya terparkir.
Melihat Varo yang sudah melajukan kuda besinya, bersama dengan Mila yang memeluknya erat dari belakang membuat teman-teman Varo berdecak kesal.
Bukan kesal karena iri ataupun tidak suka jika teman mereka memiliki pacar, bukan juga kesal karena sudah dibuat menunggu namun hasilnya nihil, tapi lebih karena Varo tak berpamitan pada mereka dan melenggang pergi begitu saja.
"Giliran udah dapet yang bening aja, yang butek dicuekin. Dasar temen lucknut!" gerutu Adam sambil mencebikkan bibirnya kesal.
"Akhirnya lo ngaku juga kalau muka lo ini butek." Alvin mengacungkan dua jempol pada Adam, yang mengundang gelak tawa dari teman-temannya itu.
"Jaman sekarang itu good looking kalah sama yang good rekening, boskuh. Jadi nggak perlu good looking, asalkan good rekening cewek model apapun, sikat...!" celetuk Adam yang kembali membuat semua orang tertawa.
Queen sendiri merasa sedikit lega, karena Varo tak jadi iku pergi ke sirkuit bersamanya. Dengan begitu, akan lebih mudah baginya untuk bertukar identitas menjadi Queensa, setelah sampai di sirkuit nanti.
Selena benar-benar sudah tidak sabar untuk segera bertemu lagi dengan sang pangeran berkuda putih, yang kini sudah menunggu di depan gerbang sekolah mereka.
"Ya udah sana samperin, aku kan boncengan sama Alana." Queen pun mengikuti Alana dan duduk di jok belakang.
Sedangkan Selena dengan senang hati dan semangat empat limanya, berjalan dengan setengah melompat ke arah gerbang.
Hingga akhirnya dia pun sampai di depan gerbang sekolah mereka, dan matanya langsung berbinar saat mendapati sosok Dion yang sedang duduk di atas motornya dengan helm yang sudah dia lepas.
Wajah tampan itu membuat Dion menjadi pusat perhatian para siswi yang sedang menunggu angkutan umum atau jemputan mereka datang, dan tentu saja hal itu membuat Selena kesal setengah mati.
Dia tak rela, pangeran berkuda putihnya di lihat oleh gadis lain.
"Dasar ciwi-ciwi needed! Nggak bisa liat cowok ganteng dikit apa?! Pengen banget gue lakban tuh mata!" gerutu Selena sambil berlari kecil menghampiri Dion, karena dia ingin segera mengajak Dion untuk meninggalkan tempat itu. "Kak Dion, yuk jalan."
Dion menatap bingung pada sosok Selena, gadis yang pernah dia tolong saat kejambretan yang ternyata adalah teman sekolah Queensa.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...