Queensa

Queensa
Queensa "132"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Meskipun kepalanya itu tak berisi, kosong alias tak berotak karena memang dia suka bertindak tanpa berfikir, tapi tetap saja kepala adalah aset berharga. Setidaknya kepalanya itu juga sudah di fitrahi dan di syukuri saat pertama kali muncul ke dunia.


Namun tentu saja Selena tak mau kalah di perdebatan itu, karena posisinya adalah Adam yang salah. Baginya tak masalah jika Adam meminta keripik kentangnya, jangankan satu potong bahkan jika sebungkus pun boleh saja.


Tapi dengan catatan, tidak langsung mencomotnya dengan mulut, dia kan masih punya tangan yang berfungsi dengan baik. Begitulah isi kepala Selena.


Sedangkan Dion hanya melirik jengah mendengar perdebatan bocil-bocil rusuh di sampingnya itu. Dia sama sekali tak berminat mendengarkan apalagi ikut campur masalah para ABG labil seperti mereka.


Dia memilih menyibukkan dirinya dengan berselancar di internet, melalui ponsel pintarnya. Menjelajahi laman salah satu aplikasi jejaring sosial yang cukup tersohor saat ini, mencari sosok yang akan dia jadikan target selanjutnya.


Dion bukanlah seorang playboy yang suka bermain dengan banyak gadis, meskipun nyatanya banyak bahkan sangat banyak gadis yang tergila-gila padanya.


Dia masih menjomblo hingga saat ini, hanya karena kriteria aneh yang dia tetapkan untuk memilih pasangan. Gadis dingin yang sulit didekati dan didapatkan, itulah tipe gadis yang disukai oleh Dion.


Dia benar-benar tidak tertarik pada gadis-gadis yang dengan gencar mendekati dirinya, apalagi yang suka bersikap agresif demi mendapatkan perhatian darinya. Menurutnya gadis semacam itu sangatlah tidak menarik, entah bagaimana jalan pikiran beruang kutub itu.


Selena mencuri lihat pada layar ponsel Dion, yang kini tengah menampilkan laman sosial media milik seorang gadis cantik yang jika dilihat dari foto-foto yang dia bagikan, sepertinya adalah seorang gadis yang cenderung tomboy.


Apakah dia harus menjadi gadis seperti itu, agar Dion mau meliriknya? Apa iya, dia harus menjadi orang lain demi mendapatkan cintanya? Jawabannya tidak.


Tentu saja Selena tak ingin merubah dirinya menjadi orang lain, hanya demi membuat seseorang menyukainya. Karena arti cinta yang sesungguhnya adalah menerima pasangan kita, apapun keadaannya, bagaimanapun sifatnya, dan sebanyak apapun kekurangannya.


Jika cinta tumbuh hanya karena paras dan penampilan, bisa di pastikan jika itu tak akan bertahan lama. Kecantikan akan pudar pada waktunya, tapi cinta yang tulus akan selalu ada sepanjang masa, bahkan jika orang itu sudah tiada.


"Semangat Selena! Lo nggak perlu jadi orang lain, Selena akan selamanya menjadi Selena dan tak akan pernah berubah." Selena menyemangati dirinya sendiri dalam hati.


Kini para pembalap yang akan ikut serta, tengah melakukan berbagai persiapan di tempat masing-masing. Tak terkecuali Queensa, yang kini sudah mengenakan semua perlengkapan balapnya.


Mulai dari baju safety, sarung tangan, dan juga sepatu. Dia tengah menunggu krunya yang sedang melakukan pengecekan pada motor balapnya, sebelum balapan di mulai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pertandingan berlangsung.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...