
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen yang juga sudah mulai mengantuk pun, segera membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, berharap secepatnya dia bisa tertidur dan masuk ke alam mimpi indah.
Dia tak berharap untuk bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih, melewati masa-masa romantis yang begitu menyenangkan. Tidak, dia tak membutuhkannya, karena yang dia inginkan sangatlah sederhana.
Queen hanya ingin bertemu dengan sosok bundanya meski hanya dalam mimpi, semua itu cukup menjadi pengobatan rindu baginya pada sosok yang sangat disayanginya itu.
"Bun, Queen mohon banget sama bunda. Bunda dateng ya ke mimpi Queen, Queen cuma pengen peluk bunda, Queen pengen nyium bunda, Queen pengen kita bisa sama-sama lagi walaupun sebentar."
Setelah mengucapkan do'a dan harapannya agar dapat berjumpa kembali dengan sang bunda di alam mimpi, perlahan namun pasti Queen mulai terlelap dalam tidurnya.
*
Kini Queen berada di sebuah danau yang indah, duduk di tepian danau sambil memandangi keindahan segala sesuatu di sekelilingnya.
Hingga saat sebuah suara terdengar dari arah belakang dan membuat Queen memutar pandangannya, mencari tau siapa yang memanggilnya.
Mata Queen membulat seketika, saat sosok yang begitu dia rindukan kini tengah berada di hadapannya. Berdiri dengan tangan yang direntangkan dan senyum manis yang begitu menawan.
Sosok yang mengenakan gaun putih panjang yang melambai mengikuti desiran angin, di tambah dengan rambut hitam panjangnya yang terurai di terpa hembusan angin membuat sosok itu terlihat semakin sempurna. Bagai seorang bidadari yang turun dari kahyangan.
Manik mata hitam yang memancarkan rasa tentram dan damai. Senyuman manis yang begitu menyejukkan mata yang melihatnya, di tambah dengan tangan yang siap mendekap lembut dan menenangkannya.
Tanpa sadar air mata Queen mengalir dengan sendirinya, dia berlari menerjang dan menabrak tubuh itu, memeluknya erat seolah tak ingin melepaskannya.
"Bunda, Queen kangen sama Bunda. Queen mau ikut bunda aja ya, Queen capek bunda." Queen menangis sejadinya di pelukan sang bunda, membuat air matanya membasahi gaun putih yang bundanya pakai.
Wanita cantik itu membelai kepala Queensa dengan penuh kasih sayang, dengan satu tangan lainnya masih setia memeluk punggung ringkih putrinya.
Saat Queen masi kecil, dia memang terkenal sangat keras kepala dan juga tomboi, tidak cengeng seperti anak gadis lain pada umumnya.
Di saat para anak gadis bermain boneka, dia memilih bermain dengan mobil-mobilannya. Di saat anak perempuan lain meminta sang bunda untuk mengikat rambut mereka dengan indah, Queen lebih suka menguncir rambutnya menjadi ekor kuda.
Bahkan dulu Queen sering kali mengutarakan keinginannya untuk memangkas rambutan dengan model Poto anak laki-laki saja, namun tentu saja sang bunda adalah orang yang paling menolak tegas keinginan anaknya itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...