I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 95



Mereka bertiga sudah setengah hari melakukan pengawalan yang berarti pengawalan mereka akan segera sampai pada tujuannya, kini mereka berjalan pada area hutan setelah melewatinya mereka akan sampai pada perbatasan pusat kota dan disana lah mereka akan melakukan pemeriksaan.


“Kau mendengarnya?” Leathina berbisik pad Troy yang mulai memegang gagang pedangnya bersiap-siap menariknya jika musuh tiba-tiba menyerang mereka.


“Iya aku mendengarnya, Adam juga pasti telah menyadarinya mungkin mereka adalah bandit. Bersiap-siaplah Nona Lea.”


Mereka samar-samar mendengar suara orang yang mengikutinya diam-diam serta merasakan seseorang telah mengawasi mereka.


“Tapi aku tidak merasa bahwa yang mengamati kita sekarang adalah orang yang berbahaya.” Leathina berbicara sambil mengamati semak-semak yang sedikit bergoyang saat mereka melewatinya.


“Jangan tertipu, bisa jadi ini hanya jebakan agar kita lengah.” Ucap Troy memperingati Leathina.


“Srek”


Adam melempar sebuah belati ke semak-semak yang tadi juga sempat diperhatikan oleh Leathina. Seorang anak laki-laki melompat keluar menghindari belati yang dilemparkan oleh Adam.


“Lepaskan! Lepaskan! Lepaskan Adikku!” Anak laki-laki tadi segera berlari menuju kotak kayu yang dikawal oleh Adam, Leathina dan Troy dan mulai mengamuk sambil berusaha membuka kotak kayu itu.


“Sialan, kau menganggu saja pasti ada orang lain yang mengirimmu anak kecil, jika mereka ada disekitar sini mereka pasti akan keluar jika kau kutebas.”


Adam menarik pedangnya dari sarungnya kemudian mengayunkannya hendak menebas si anak laki-laki.


“Srek”


“Takk”


Disaat bersamaan Leathina juga segera menarik pedangnya dan melemparkannya ke arah ayunan pedang Adam hingga pedang mereka berdua terpental dan terjatuh ke tanah.


“Tidak, hentikan Adam!” Leathina berteriak berusaha menghentikan Adam.


“Lea?”


“Aku mengenal anak ini.” Leathina berusaha memberi penjelasan pada Adam yang kini mukanya telah memerah karena Leathina berusaha menghentikannya.


“NONA BANGSAWAN.” Teriak si anak laki-laki saat melihat Leathina.


“Toni! Apa yang kau lakukan disini?” Leathina melompat turun dari kudanya kemudian segera menghampiri Toni yang jatuh terduduk karena terkejut dengan kejadian barusan yang hampir menghabisi nyawanya.


“Nona! Nona! Aku mohon tolonglah adikku.”


“Tenang.. tenang.. Toni, jangan menangis dan jelaskan agar aku bisa mengerti.” Leathina berusaha menenangkan Toni yang mencoba menjelaskan keadaanya tapi dalam keadaan menangis.


“Nah sekarang jelaskan apa yan terjadi.” Setelah melihat Toni telah tenang kembali Leathina segera meminta penjelasan pada anak jalanan yang sebelumnya pernah mencuri kantung uangnya itu.


“Orang-orang ini menculik anak-anak jalanan dan salah satunya adalah adikku Messy, mereka membawanya keluar dari kota dan menyembunyikannya beberapa waktu agar orang-orang mengira anak-anak yang hilang mungkin telah mati dan karena kami anak yatim piatu tidak akan ada yang mempermasalahkan hal itu. Setelah itu mereka akan membawanya kembali ke kota sebagai budak mereka anak laki-laki akan dijual sementara anak perempuan akan dimasukkan ke rumah bordil.” Toni menjelaskan panjang lebar pada Leathina.


“Dan dari mana kau tahu teman-temanmu ada di dalam kotak kayu ini, nak?” Troy bertanya pada Toni yang kini juga telah berdiri tepat di samping Leathina.


“Baiklah aku akan membuka kotak ini untuk membantumu menemukan adikmu.” Leathina kemudian berjalan ke arah pedangnya tadi terjatuh dan segera memungutnya untuk membuka kotak kayu yang dimaksud oleh Toni.


“Tidak! Kau tidak bisa Nona! Kami telah membayar kalian mahal untuk mengawal kami.” Tiba-tiba kusir yang membawa kotak kayu tersebut melompat dan menghalangi Leathina saat ingin membuka kotak kayu itu.


“Betul katanya Leathina, ini adalah pekerjaan kita dan kita dibayar untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Tidak peduli apa itu.” Adam juga ikut membantu si kusir tadi dan tidak setuju atas tindakan Leathina yang mengacaukan pekerjaan mereka.


“Tapi adam! Anak ini, mereka telah berbuat jahat kau tahu berapa banyak anak-anak yang tersiksa dan hancur hidupnya karena pekerjaan kotor mereka.” Leathina masih tetap pada pendiriannya.


“Itu bukan urusan kita, dan kita hanya menjalankan pekerjaan yang akan menghasilkan uang.”


“Apa uang segalanya untukmu Adam?”


“Lea, aku tahu bagaimana perasaanmu tapi kau harus terbiasa dengan ini.”


“Tidak! Aku tidak ingin menutup mata dan telingaku sepertimu, bukankah kau juga orang buangan! Mereka akan lebih menderita dibanding dirimu jika kau menutup matamu Adam."


Adam terkejut mendengar Leathina mengatakan bahwa dirinya adalah orang buangan, itu sangat melukai harga dirinya tapi disaat yang sama ia juga membenarkan perkataan Leathina bahwa dirinya memang hanyalah orang buangan. Itulah mengapa ia bisa bekerja pada Ed’ dan masuk dalam anggota tentara bayangan.


“Kalau kau ingin uang aku akan membayarmu, aku masih punya uang untuk membayar mu Adam.” Leathina masih bersikeras ingin membantu Toni.


“Kau ingin membayar dua kali lipat bayaran yang akan kami terima?” Adam bertanya pada Leathina.


“Iya, aku akan membayarnya dua kali lipat!”Leathina tanpa ragu-ragu menjawab pertanyaan Adam


“Aku memberimu pekerjaan baru, bantu aku menyelamatkan anak-anak yang diculik ini dan aku akan membayarmu dua kali lipat.” Leathina kembali mengulangi perkataanya membuat Adam yang mendengarnya mendengus kesal dan mengusap kasar wajahnya dengan tangannya.


“Aku tidak bisa memutuskannya sendiri karena kita datang bertiga, tika Troy setuju maka kita akan mengambil pekerjaan yang kau tawarkan Lea, jadi bagaimana Troy apa kamu tidak keberatan?” Adam bertanya pada Troy apakah ia setuju dan ingin ikut atau tidak.


“Tidak! Tunggu dulu, kami telah membayar kalian lebih dulu! Kalian tidak bisa seperti ini!” si kusir berteriak marah dan membentak Leathina.


“Srek”


“Tenanglah pak tua, aku belum menjawab pertanyaan Adam.” Troy menarik pedangnya dari sarungnya kemudian mengarahkannya pada kusir tadi agar ia tidak membuat keributan lagi.


“Kalau aku, aku pasti akan memilih pekerjaan yang membayar ku lebih mahal.” Troy berbicara sambil mengedipkan satu matanya pada Leathina tanda bahwa dirinya bersedia membantu Leathina.


“Trekk”


Suara deritan kotak kayu terdengar saat Troy dan Adam membukanya dengan paksa sementara Leathina dan Toni berdiri di dekat mereka penasaran apa isi kotak kayu itu.


“Astaga!” Leathina terkejut ketika melihat isi kotak kayu yang telah berhasil dibuka oleh Adam dan Troy, sementara si kusir tadi diikat dan dibuat tidak sadarkan diri oleh Troy agar tidak menganggu dan menimbulkan masalah lain.


Dalam kotak kayu yang tidak seberapa besarnya itu terlihat beberapa anak-anak yang tangan dan kakinya diikat agar tidak bisa bergerak serta mulutnya dibekap agar tidak bisa bersuara membuat Leathina sangat prihatin melihatnya.


...***...