I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 58



Dengan terburu – buru Leathina meninggalkan ruangan ia berjalan menuju pintu yang ada di samping ruangan membukanya dan segera keluar meninggalkan ruangan saat orang – orang akan mulai menari.


“Oh, ini bukan pintu keluar melainkan pintu untuk ke balkon istana.” Gumam Leathina setelah membuka pintu dan memasukinya.


Pintu yang dimasuki oleh Leathina ternyata tidak membawanya keluar melainkan menuju balkon istana. Leathina berjalan menuju pinggiran balkon ia melompat dan duduk di atas pagar balkon sambil melihat seluruh halaman istana dari tempatnya duduk.


“Aku pikir aku bisa pulang agak cepat, bodohnya aku malah salah memilih pintu yang menuju ke tempat ini. Tidak mungkin juga aku kembali ke ruangan tadi karena sekarang mungkin orang – orang sudah sangat terkejut karena kabar pembatalan pertunanganku dengan Pangeran Yardley.”


Leathina berniat menunggu acara sampai selesai dan orang – orang sudah mulai berkurang untuk keluar dari tempat persembunyiannya sekarang.


Sementara di dalam ruangan pangeran Yardley kini telah sampai di tempat Yasmine membuat orang – orang yang tadi mengerumuninya segera membuka jalan dan mempersilahkan pangeran Yardley lewat.


“Salam Pangeran Yardley.” Yasmine membungkuk memberi hormat pada pangeran Yardley yang kini telah berdiri tepat dihadapannya.


“Nona Yasmine hari ini anda terlihat cantik.”


“Terimakasih Pangeran, sebuah kehormatan untuk saya dipuji langsung oleh Pangeran Yardley.”


“Nah, kalau begitu sebagai balasannya apakah Nona Yasmine mau menjadi pasangan dansaku malam ini?”


Pangeran Yardley sedikit membungkuk dan menjulurkan tangannya jika Yasmine menerima uluran tangannya berarti Yasmine bersedia untuk menjadi pasangannya.


“Maafkan aku Pangeran Yardley, tapi bukankah anda telah bertunangan dengan Nona Leathina dari keluarga Duke Yarnell. Saya tidak mungkin menjadi penghalang diantara hubungan anda.” Yasmine membungkuk menolak secara halus tawaran pangeran Yardley yang diajukan untuknya.


“Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan kabar buruk ini tapi sayangnya saya dan Nona Leathina telah membatalkan pertunangan kami.” Pangeran Yardley sengaja berbicara dengan membesarkan suaranya agar orang – orang bisa mendengar apa yang sedang dia ucapkan.


Mendengar kabar tersebut orang – orang mulai meributkan kabar besar yang mencengangkan semua orang. Bagaimana tidak, jika Leathina yang sifat kerasnya diketahui semua orang bersedia dengan suka rela untuk membatalkan pertunangannya dengan orang yang sangat ia inginkan untuk hidup bersama.


“Oh sudah dimulai, rupanya memang seharusnya tadi aku tidak usah datang saja.”


“Huff”


Leathina menghela nafas panjang matanya kembali melihat pemandangan sekitarnya dan berakhir menatap langit malam yang aga sedikit mendung sehingga membuat bintang dan bulan tidak terlihat karena tertutupi awan.


Suara gemuruh orang – orang yang terkejut dari dalam ruangan terdengar sampai balkon tempat Leathina berada bahkan sampai  beberapa ucapan orang – orang pun masih bisa ia dengar walaupun agak terdengar samar.


“Trekk”


Leathina mendengar suara deritan pintu yang sengaja dibuka membuatnya semakin waspada ia khawatir jika nanti ada beberapa rombongan geng wanita yang akan datang menyerbunya atau mencibirnya, Leathina menarik nafas dalam – dalam kemudian mempersiapkan semua kata – kata kasar untuk membalas cibiran orang – orang yang ditujukan untuknya.


“Sialan! berani sekali kamu me.. eh?”


Ucapan Leathina terhenti dan segera menutup mulutnya rapat - rapat saat ia melihat sosok yang memasuki area balkon tempatnya berada.


“Pangeran Edward? Apa yang anda lakukan disini?”


Leathina mematung dan tidak tahu harus melakukan apa ketika melihat yang datang adalah pangeran ke dua Edward Arathorn.


“Nona Leathina apa anda barusan mengumpat pada keluarga kerajaan?” Alis mata Pangeran Edward sedikit naik kemudian memandang Leathina dengan tatapan interogasi.


“Ah tidak, tidak, anda pasti salah dengar.”  Leathina memasang wajah yang menurutnya paling polos  dan berpura – pura tidak bersalah kemudian segera memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menghindari tatapan Pangeran Edward yang masih terus melihatnya.


“Benarkah! Ada kemampuan seperti itu?”


Oh tidak aku akan terjatuh dari balkon.


Leathina terkejut mendengar ucapan pangeran Edward dan dengan spontan berdiri sayangnya Leathina lupa bahwa sekarang dirinya sedang duduk di atas pembatas balkon sehingga membuat dirinya hampir terjungkal ke belakang.


“Aku menangkapmu.”


Pangeran Edward dengan gesit menangkap Leathina tangan kekarnya melingkar di pinggang Leathina menahannya agar tidak terjatuh dan segera menarik tubuh Leathina ke dalam mereka berdua kemudian terjatuh ke lantai balkon karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh masing - masing.


“Astaga! hampir saja anda mati konyol bersamaku Pangeran Edward, apa anda tidak apa – apa?”


Leathina segera berdiri dan menghampiri Pangeran Edward menanyakan apakah dia baik – baik saja.


“Seharusnya aku yang mengatakan perkataan itu padamu Nona Leathina.”


“Eh? Oh maafkan aku Pangeran Edward.” Leathina merasa malu sekaligus merasa bersalah melihat seseorang terlibat masalah karena dirinya.


“Sekarang kamu berhutang dua hal padaku Nona Leathina.”


“Berhutang? Pada anda? Perasaan kita berdua baru bertemu hari ini kenapa aku tiba – tiba berhutang pada anda pangeran Edward? Bukankah sekarang anda menyalahgunakan kekuasaan."


Perkataan pangeran Edward membuat Leathina terkejut dan merasa tidak terima karena tiba – tiba saja memberi pernyataan bahwa dirinya memiliki hutang pada Pangeran Edward.


Pangeran Edward tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan Leathina dan hanya tersenyum sambil melihat Leathina yang masih merasa emosi karena tiba – tiba memiliki hutang.


“Kenapa anda malah tersenyum, Semua perkataanku benar kok.”


“Kenapa anda mengelak Nona Leathina, jelas – jelas anda berhutang padaku.”


“Aku berhutang apa pada anda Pangeran Edward padahal kita baru saja bertemu hari ini.”


Tingkah Leathina semakin menjadi – jadi karen berusaha membela dirinya yang menurutnya memang tidak pernah berhutang pada siapapun dan tingkahnya itu membuat Pangeran Edward semakin ingin mengganggunya.


“Hahahaha kamu terlihat lucu Nona Leathina, perilaku anda sekarang tidak seperti yang dirumorkan orang - orang.” Tiba – tiba saja tawa Pangeran Edward pecah membuat Leathina bingung karena tingkah anehnya itu.


“Uhem.. Maafkan saya Pangeran Edwar tapi bisa beritahu saya apa yang menyebabkan saya berhutang pada anda.” Leathina berdehem kemudian merubah sikapnya yang tadi tidak karuan menjadi terlihat dingin dan tanpa ekspresi lagi.


“Baiklah akan aku beritahu, pertama anda berhutang karena telah menghina keluarga kerajaan dan yang kedua anda berhutang nyawa pada saya karena saya telah menyelamatkan hidup anda Nona Leathina.”


“Ah so.. soal itu aku tidak merasa berhutang lagi pula siapa yang akan percaya jika aku menghina keluarga kerajaan hanya ada kita berdua di sini tidak ada saksi dan bukti jadi aku sama sekali tidak berhutang pada anda Pangeran Edward.” Ucapan Leathina terbata – bata karena ia merasa apa yang diucapkan pangeran Edward memang agak sedikit benar dan masuk akal.


“Benarkah tidak ada bukti? kalau begitu aku akan menunjukkan pada orang – orang bahwa Nona Leathina bahkan melukai anggota kerajaan, menghina keluarga kerajaan ditambah melukai hukumnya apa yah? Hukum cambuk? Diasingkan? Atau dipotong salah satu tangan dan kakinya? Aku lupa apa aku harus bertanya pada hakim kerajaan.”


Pangeran Edward berbicara sambil memperlihatkan beberapa luka goresan yang didapatnya saat menolong Leathina tadi, tangannya tergores saat mencoba menahan kepala Leathina agar tidak terbentur ke tembok.


“Ba.. baiklah, baiklah aku berhutang, jadi bagaimana agar aku bisa membayar hutang – hutangku itu?”


......***......