
“Paman Leonard!”
“Oh, Winter. Apa kau telah menemukan pelakunya?”
“Paman aku mengintrogasi pelakunya dan dia salah satu anggota tentara bayangan, dia tidak memberitahukan siapa yang membayarnya untuk melakukan itu tapi orang ini sepertinya mengetahui sesuatu mengenai hilangnya Nona Leathina.”
“Bagaimana bisa Winter? Dimana orang itu sekarang cepat bawa aku ke sana.” Duke Leonard segera beranjak dari tempatnya dan hendak keluar dari ruangannya ingin menemui kriminal yang dimaksud oleh Winter.
“Paman, maafkan aku tapi sayangnya orang ini telah dibunuh karena membeberkan informasi.”
“Astaga kita kehilangan petunjuk, Winter.” Mendengar ucapan Winter membuat Duke Leonard kehilangan kekuatan kakinya dan kembali menjatuhkan dirinya di kursinya.
“Maafkan aku paman, aku seharusnya memperketat penjagaan penjara bawah tanah hingga kita tidak kecolongan seperti ini.”
“Tidak apa-apa Winter, kau sudah bekerja keras.”
“Terimakasih paman.”
“Apa kau menemukan petunjuk, atau sesuatu yang orang ini katakan yang bisa kita gunakan sebagai petunjuk?”
“Roland sempat mengatakan bahwa ada orang yang membawa Leathina ke markas mereka dan menyembunyikannya di sana, sebelum Roland mati dia juga mengatakan bahwa Leathina akan tinggal di kota perbatasan tapi belum sempat Roland menyelesaikan ucapannya muncul orang yang menyamar sebagai salah satu penjaga dan menusuknya tepat di dadanya, paman.”
“Apa kau berhasil menangkap orang yang membunuhnya?”
“Tidak paman, orang yang membunuhnya juga mati karena racun.”
“Astaga lelucon macam apa ini, kenapa putriku Leathina bisa sampai berada bersama mereka.”
“Paman, kita harus segera bertindak sebelum mereka membawa Leathina lebih jauh lagi.”
“Betul katamu Winter, pergilah ke kota perbatasan Nicholas pasti sudah sampai di sana dan memulai penyelidikannya kau susul lah Nicholas dan bawa beberapa tentara tapi usahakan jangan ada yang mengetahui kepergian kalian, aku akan segera menuliskan surat untuk Nicholas untuk memberitahukan situasinya.”
“Baik paman aku akan menyamar bersama para bawahan ku.”
Setelah selesai menyampaikan laporannya Winter segera keluar dan mempersiapkan keberangkatannya menuju kota perbatasan untuk mencari tahu keberadaan Leathina.
“Tuan Winter, kita akan segera sampai aku akan berjalan lebih dulu di depan dan mencari penginapan untuk kita tinggali sementara waktu, ini sudah hampir tengah malam.” Salah satu bawahan Winter ingin mencari tempat penginapan agar mereka bisa langsung mendapat tempat istirahat saat sampai di kota yang mereka datangi.
“Tidak perlu Ben, Nicholas telah pempersipkan segalanya untuk kita.” Ucap winter sambil melambaikan tangannya pada seorang pria yang menunggu mereka di perbatasan.
Setelah hampir seharian melakukan perjalanan menuju kota perbatasan akhirnya Winter dan orang-orangnya sampai di kota perbatasan.
“Tuan Winter, akhirnya anda sampai.” Nicholas menyambut Winter setelah samapi di gerbang perbatasan.
“Nicholas, kau bisa memanggilku Winter. Aku sedang dalam penyamaran sekarang.” Winter berbicara sambil melompat turun dari kudanya.”
“Oh, baiklah Winter.”
“Jadi Nicholas, apa kau telah menemukan sesuatu?”
“Ikutlah denganku terlebih dahulu setelah itu aku akan memberitahu semuanya padamu, kita akan menarik perhatian jika terus berdiri di gerbang perbatasan seperti ini, oh dan kuda-kuda kalian titipkan lah di sini nanti akan ada seseorang yang telah aku suruh untuk mengambilnya nanti, kita akan berjalan kaki dari sini menuju penginapan.”
“Baiklah.”
Nicholas berjalan lebih dulu diikuti Winter dan orang-orangnya, setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai pada sebuah penginapan yang berada di tengah-tengah kota.
“Kau membawa sedikit orang, Winter.”
“Apa situasinya sangat buruk hingga kau mengkhawatirkan kemampuan orang-orangku Nicholas? Tenang saja kita bisa meminta bantuan pada penjaga setempat.”
“Bukan, bukan seperti itu kau tahu aku menemukan informasi bahwa di sekitar sini terdapat markas tentara bayangan, aku telah menerima surat dari ayahku dan menjelaskan semuanya di surat itu.”
“Benarkah, apa kau menemukan Lokasinya?”
“Aku belum menemukannya, tapi kita bisa berpura-pura ingin menggunakan jasa mereka dan mengamatinya.”
“Apa kau tahu kemana kita pergi jika ingin menggunakan jasa mereka?”
“Sore tadi aku berjalan di area kumuh dan menemukan orang yang katanya bisa membawa kami ke markas mereka asalkan di beri imbalan.”
“Kau yakin orang itu tidak akan berbohong dan menjebak kita?”
“Tidak, aku yakin seratus persen.”
“Baiklah, jika kau seyakin itu Nicholas aku dan teman-temanku akan beristirahat sebentar.”
Keesokan harinya Winter dan Nicholas tengah bersiap-siap bertemu dengan orang yang akan menunjukkan mereka di mana Lokasi markas tentara bayangan.
“Kau datang?” ucap seorang anak kecil saat Nicholas baru saja memasuki gang tersebut.
“Hei, nak jadi apa kau benar-benar tahu dimana aku bisa bertemu dengan orang-orang dari tentara bayangan.” Winter berbicara sambil menatap anak laki-laki yang ada di depannya itu.
“Tentu saja aku tahu, tapi tidak akan aku beritahu jika kau tidak membayarku.” Ucap si anak laki-laki sambil menyilangkan tangan di dadanya.
“Ini bayaranmu dan akan aku berikan lagi jika pekerjaanmu telah selesai.” Nicholas melemparkan sekantung uang pada anak tersebut.
“Wah banyak sekali, baiklah ikuti aku aku akan menunjukkanmu jalan ke sana.”
Nicholas mengikuti anak laki-laki tadi keluar dari gang menuju jalan utama, kemudian berhenti sejenak dan menunggu sebuah kereta pengangkut barang yang akan lewat di depannya.
“Paman! Paman! Aku ingin menumpang ke desa denganmu apa boleh?” anak laki-laki tadi berteriak menghentikan si kusir dan meminta izin naik ke keretanya.
“Luis, sudah aku peringatkan jangan bermain-main ke desa itu. Di sana berbahaya terlebih lagi rumornya di sana adalah sarang penjahat.” Ucap si kusir memperingati anak laki-laki yang menhentikannya tadi.
“Tapi kau tetap ke sanakan paman.”
“Itu karena paman bekerja mengantarkan barang ke sana.”
“Paman ambil ini, dan izinkan kami naik.” Anak laki-laki yang di panggil Luis memberikan beberapa keping uang pada si kusir agar diperbolehkan naik.
“Baiklah naiklah kalau begitu, tapi jika ada yang terjadi padamu itu bukan urusanku ya.”
“Tentu saja paman, tidak usah khawatir, Dua orang ini akan ikut denganku.” Luis berbicara sambil menunjuk Winter dan Nicholas.
Luis segera melompat naik ke atas kereta diikuti oleh Winter dan Nicholas, mereka bertiga melakukan perjalanan menuju salah satu desa yang terbuang dan separuh penduduknya telah meninggalkan daerah tersebut karena sering di masuki oleh monster dan hewan berbahaya lainnya karen terlalu dekat dengan perbatasan.
“Paman kami turun disini.” Teriak Luis sambil melompat turun dan kembali di ikuti oleh Winter dan Nicholas.”
“Kenapa kita turun di sini?” Tanya Nicholas saat melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh pepohonan tanpa melihat orang lain.
“Kau lihat atap mansion itu.” Luis menunjukkan sebuah atas mansion tidak jauh dari tempat mereka berada.
“Itu adalah markas para tentara bayangan, Paman tadi akan mengantar barang ke sana, dan kita tidak boleh masuk, jika kita memaksa maka mereka akan langsung membunuh kalian.” Ucap Luis sambil menakut-nakuti Winter dan Nicholas.
“Baiklah, aku telah menyelesaikan pekerjaanku menunjukkan kalian markas para tentara bayangan jadi berikan aku bayaranku sekarang.”
“Luis, dari mana kau mengetahui bahwa disana adalah markas mereka?”
“Aku pernah mendengarnya dari ayahku, saat menjual informasi pada seseorang.”
“Kemana ayahmu sekarang?”
“Dia dibunuh bersama orang yang membeli informasinya setelah menjual informasi ini.”
“Apa kau tidak takut akan di bunuh?” tanya Winter pada Luis.
“Tenang saja, mereka tidak akan membunuhku karena aku masih anak-anak. Tapi setelah aku menginjak usia dewasa mereka mungkin akan memburuku.” Luis menjawab pertanyaan Winter dengan santai.
“Kau tidak taku Mati.” Tanya Nicholas lagi pada Luis.
“Cepat atau lambat aku pasti akan mati, anak jalanan sepertiku jarang yang bisa selamat dan hidup lama walaupun ada pasti hanya hidup dijalanan atau menjadi budak. Jadi jika aku bisa menikmati uang hasil menjual informasi ini kenapa tidak, serahkan bayaranku sekarang.”
Nicholas kemudian menyerahkan sekantuang uang lagi pada Luis, dan setelah Luis menerima bayarannya ia segera pergi meninggalkan Winer dan Nicholas.
“Hey, kau tahu sampai kapan gadis berambut merah itu tinggal di markas?”
“Aku tdak tahu, Tapi katanya gadis itu sengaja di bawa kemarkas untuk di smbunyikan.”
Tiba-tiba terdengar perbincangan dua orang yang sedang dalam perjalanan ke mansion tua membuat Winter dan Nicholas segera bersembuyi di balik semak-semak sambil mendengarkan obrolan dua orang yang sedang melewati mereka.
“Kau mendengarnya?” Tanya Nicholas pada Winter setelah dua orang tadi berlalu melewatinya.
“Iya aku mendengarnya dan perempuan yang mereka maksud pasti adalah Leathina, Ayo kita harus segera kembali ke kota dan melakukan pengepungan.”
“Kenapa kita tidak langsung ke sana saja, kita sudah terlanjur di sini.”
“Jangan ceroboh Nicholas mansion itu dalah markas mereka dan sudah tentu di dalam sana ada banyak pembunuh jika kita langsung ke sana sekarang kita akan berakhir jadi mangsa empuk bagi mereka jadi sekarang kita harus kembali ke kota.”
“Baiklah.”
...***...