
“Benarkah? Bukannya aku tidak mempercayaimu tapi bagaimana aku bisa percaya jika satu – satunya orang yang sangat menyukai anakku Yardley malah meminta pembatalan secara mendadak seperti ini.”
“Yah aku juga tidak percaya tapi memang seperti itulah yang terjadi.”
“Baiklah akan aku putuskan setelah aku berbicara langsung dengan putrimu.”
“Tapi Raja Daylen, untuk sekarang putriku tidak bisa keluar dari mansion.”
“Kenapa? Apa kamu mengurung putrimu lagi.”
“Aku bukan ayah seburuk yang kamu pikirkan Daylen, aku melarangnya keluar karena aku tidak ingin putriku sakit hati mendengar orang – orang mengatakan bahwa dirinya anak setengah bangsawan kau tahukan dia lahir dari ibu yang tidak memiliki status kebangsawanan.”
“hahaha jangan marah Yarnell sekarang bahkan kamu tidak mengingat apa gelarku jika menyangkut masalah putrimu, aku tahu kamu menyayanginya tapi caramu salah Yarnell aku menasihatimu sebagai seorang teman lama.”
“Terimakasih tapi aku akan mengurusnya sendiri, dan aku mohon padamu sebagai teman untuk menyetujui pembatalan ini.”
“Aku tidak berjanji akan memenuhi permohonananmu ini Yarnell karena aku juga sangat menyukai putrimu aku akan membuat keputusan saat aku telah berbicara langsung padanya dan aku dengar sekarang dia terluka karena tantangan dari anak mu Nicholas.”
“Ya itu adalah sebuah kecelakaan.”
“Baiklah kalau begitu aku bisa menunggu sampai putrimu sehat dan dia bisa datang serta meminta langsung padaku untuk membatalkan pertunangan ini, seperti yang dia lakukan saat meminta langsung padaku saat ingin melakukan pertunangan dengan anakku.”
Setelah mendengar perkataan dari Raja Daylen, Duke Yarnell kemudian segera memahami situasi bahwa sekeras apapun dia meminta Raja sekaligus teman lamanya itu tidak akan mau mengabulkan permohonannya sampai keinginnnya terpenuhi untuk bertemu langsung dengan putrinya Leathina.
“Jika itu keinginanmu maka aku tidak akan bisa berbuat apa – apa lagi, kalau begitu saya pamit undur diri Raja Daylen.”
Duke Yarnell kemudian beranjak dari tempat duduknya setelah itu membungkuk untuk memberi hormat dan berjalan meninggalkan ruangan kerja milik Raja Daylen.
...***...
“Astaga.”
Leathina yang sedang bersandar santai di tempatnya duduk tiba – tiba terperanjat dan segera duduk dengan tegak karena merasa ada sesuatu yang menggelitik di telinga kirinya sehingga Leathina merasa sedikit geli pada telinganya.
“Apa ada orang yang sedang membicarakanku sekarang?” Leathina berbicara sambil menggosok – gosok telinganya dengan telapak tangannya agar rasa geli di telinganya segera menghilang.
“Ah kenapa Anne lama sekali padahal hanya mengambil air minum saja.”
Sudah berapa lama Anne masuk untuk mengambilkan air untukku? Aku jadi sedikit bosan menunggunya apa aku pergi dan berkeliing saja di sekitar mansion ini siapa tahu aku bisa menemukan sesuatu yang menarik.
Saat sedang berjalan – jalan di sekitar mansion Leathina tidak sengaja sampai pada bagian belakang mension keluarga Duke Yarnell, Leathina melihat banyak jemuran kain yang sengaja digantunggkan pada kawat pengering untuk dikeringkan di bawah sinar matahari.
“Wah banyak sekali kain yang dijemur di sini, apa mereka mencuci pakaian sebanyak ini dengan tangan?”
“Ada apa dengan gadis itu?”
Saat mengamati pakaian – pakaian dan kain yang sedang dijemur di kawat jemuran mata Leathina menangkap seorang pelayan wanita yang umurnya terlihat lebih mudah darinya ia berjalan terpincang – pincang dengan membawa keranjang berisi jemuran yang sepertinya akan segera gadis itu jemur di kawat jemuran. Leathina terus mengamati kaki gadis tersebut yang berjalan dengan pincang.
“sepertinya anak ini terluka di kakinya, apa aku coba tolong saja aku juga harus melatih kemampuanku. Baiklah kamu beruntung gadis muda karena bertemu orang sepertiku?”
Setelah memutuskan untuk membantu gadis tersebut dengan cara mengobati kakinya yang terluka dengan sihir penyembuhan miliknya Leathina kemudian berjalan mendekatinya karena ingin mempraktikkan kemampuannya pada orang lain.
“Hai?”
Letahina berjalan mendekati gadis tersebut yang sekarang sedang menjemur pakaian – pakaian yang tadi dibawahnya dari dalam dan karena gadis tersebut tidak menyadari keberadaan Leathina karena terlalu fokus dengan pekerjaannya akhirnya Leathina memutuskan untuk menyapa gadis tersebut terlebih dahulu.
“Aaaaaa.”
Sesaat setelah mendengar seseorang sedang menyapanya perempuan muda yang sedang menjemur pakaian itu segera menoleh mencari siapa si pemilik suara yang telah menyapanya Namun setelah menemukan si pemilik suara dan melihat wajah orang tersebut pelayan wanita itu sangat terkejut dan malah berteriak sehingga membuat Leathina juga ikut terkejut, Leathina bahkan hampir terjatuh ke belakang karena perempuan tersebut tiba – tiba saja berteriak tepat di depan wajahnya.
“Maafkan saya nona! Aku mohon maafkan saya yang tidak mengenali anda, jangan hukum saya aku mohon nona.”
Pelayan perempuan itu kemudian segera menjatuhkan dirinya ke tanah dan segera berlutut memohon ampunan dari Leathina agar Leathina tidak menghukumnya karena kesalahannya tidak mengenali dengan cepat majikannya itu, sementara Leathina hanya terdiam di tempatnya berusaha untuk memahami situasi yang sedang ia alami dan sedang mencari tahu apa yang membuat wanita itu malah berteriak dan meminta maaf padanya.
Ada apa sih dengan pelayan muda ini aku hanya menyapanya saja tapi sikapnya sudah sangat berlebihan seperti itu, aku bahkan tidak menyentuh sehelai rambutnya tapi reaksinya sudah separah ini jika nanti ada orang yang melihat ini mereka pasti akan salah paham terhadapku, aku harus segera menyelesaikan tujuanku dan segera melakukan praktek penyembuhan padanya dan mudah – mudahan saja berhasil.
Leathina tidak terlalu memperdulikan teriakan gadis itu karena Leathina tahu memintanya untuk diam hanya akan membuat situasinya semakin parah sementara pelayan muda yang ada di depannya itu masih terus meminta maaf dan memohon ampunan pada Leathina. Leathina kemudian segera berjongkok dan menarik paksa kaki kanan pelayan muda tersebut Leathina lalu melihat dan memeriksa keadaan kaki pelayan muda itu dengan seksama tapi belum juga Leathina memeriksa kakinya dengan benar pelayan itu kembali berteriak dan mengganggu fokus Leathina.
“Aku mohon.. aku mohon nona.. jangan patahkan kaki saya nona, saya tidak akan bisa bekerja jika saya kehilangan kaki saya ini..”
Aduh perempuan ini kenapa berisik sekali, jika dia terus berteriak seperti itu aku tidak bisa berkonsentrasi untuk memeriksa luka dan melakukan sihir penyembuh pada lukanya dan bisa – bisa yang ada malah telingaku yang akan jadi tuli mendengar suara teriakannya yang semakin lama semakin mengeras saja.
“Hey kamu siapa namamu?” Leathina kemudian menanyakan nama dari pelayan muda tersebut berusaha untuk membuat perempuan itu diam dan tidak berteriak lagi.
“A.. a .. ak .. aku Ca.. Carolin, Nona aku mohon, jangan pecat saya nona beri saya kesempatan.” Carolin berbicara dengan terbata – bata saat menyebutkan namanya dan kembali memohon – mohon pada Leathina agar dimaafkan.
......***......