I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 239



Edward menjelaskan keseluruhan tindakan yang ia pilih pada Leathina, walaupun dengan sangat berat hati Edward sedikit memaksa Leathina kembali yang sebenarnya  belum berniat untuk pulang ke rumah keluarganya. Leathina sebenarnya merasa bersalah dengan keluarganya karena telah  membuat seluruh  keluarganya itu khawatir ia juga bingung bagaimana caranya dia menjelaskan bagaimana dirinya bisa selamat dan bagaimana dirinya bisa memiliki kekutan sekuat itu padahal dulunya ia bahkan tidak memiliki bakat apapun dengan sihir.


“Maafkan aku Leathina, kamu harus pulang.” Edward masih berberat hati tapi masih meminta Leathina pulang karena keadaan yang tidak baik bagi mereka, jika pelarian terus dilakukan maka orang-orang serakah akan melakukan pengejaran dan menggiring opini yang tidak baik, hal ini mungkin akan menjadi buruk bagi Leathina sendiri.


“Tapi aku masih belum siap, Edward.” Leathina tahu apa yang akan terjadi jika ia masih berkeliaran tapi masih belum siap untuk kembali.


“Tidak apa, aku akan selalu mendukungmu tengang saja.” Edward menenangkan.


“Ini untuk kebaikanmu, walaupun aku adalah seorang pangeran dan pemimpin sebuah guild aku masih belum bisa melindungi mu sepenuhnya, aku juga tahu kamu kuat tapi orang-orang yang serakah akan lebih jahat dan bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.”


“Aku tahu, baiklah aku akan kembali.”


“Syukurlah, maafkan aku Leathina.”


Leathina mengangguk pasrah sementara itu beberapa anak buah Edward yang belum pernah Leathina liat datang menjemput.


“Sudah waktunya?” Tanya Edward.


“Iya Tuan, silahkan.” Jawab salah satu anak buahnya dengan hormat.


“Ikutlah dengan mereka, anak buahku akan mengantarkan mu dengan selamat ke rumah Duke.”


“Bagaimana dengan Troy, Adam dan Nina? Aku tidak melihat mereka setelah mengantarkan ku ke ruangan ini?” Tanya Leathina mencari-cari.


“Mereka memeriksa jalur yang akan kamu lewati, sepertinya tidak ada yang tahu dan kalau memang ada mereka pasti sudah membereskannya jadi perjalananmu kembali ke rumah akan aman tanpa gangguan.”


“Tidak harus seperti itu, aku kan juga bisa….”


“Iya aku tahu, tapi aku hanya ingin memastikan keselamatanmu Leathina kau tahu seberapa khawatirnya aku?”


“Aku tahu, terimakasih Edward.”


“Sama-sama.”


“E-edward?”


Edward tiba-tiba memeluk Leathina membuat Leathina merasa canggung namun akhirnya membalas pelukan Edward yang tiba-tiba.


“Selamat datang kembali Leathina.” Ucapnya tulus menyambut kepulangan Leathina kembali ke kerajaan.”


Mereka refleks menunduk kemudian segera mengantar Leathina. Salah satu bawahannya menyerahkan jubah hitam pada Leathina dan mereka pun menghilang setelah keluar dari kamar.


‘Dua orang yang Edward maksud pastilah Zeyden dan Aelfric.’ Batin Leathina yang bergegas mengikuti para bawahan Edward yang ditugaskan untuk mengantarnya kembali.


“Tuan!” Seorang pelayan kemudian masuk setelah Leathina pergi menyisakan Edward sendiri di dalam ruangan mewah yang sengaja ia pesan.


“Mereka sudah keluar dari gedung ya?”Gumam Edward menatap jauh ke luar jendela seakan bisa melihat para anak buahnya yang ia tugaskan untuk mengantar Leathina kembali ke rumahnya.


“Tuan saya sudah selesai memilih orang-orang yang akan bergabung dengan anda malam ini.” Ucap si pelayan hormat.


“Ah! Baiklah, terimakasih kalau begitu panggil mereka semua aku jadi tidak sabar menghabiskan malam dengan wanita-wanita cantik malam ini.”


Seketika kepribadian Edward berubah seratus delapan puluh derajat dari Ed si ketua guild pembunuh bayaran, suaranya ia lebih-lebihkan bahkan matanya melirik nakal para gadis-gadis manis yang menunggu di luar pintu kamarnya.


“Saya tentu saja menyiapkan wanita-wanita berkualitas untuk anda pangeran, mereka masih segar.” Ucap si pelayan terkekeh dan mencari muka di hadapan Edward.


“Kalian masuklah!”


Beberapa gadis-gadis muda kemudian masuk dengan cekikikan dan mulai mengerumuni Edward.


‘Aku memang telah mendengar rumor bahwa pangeran kedua mata keranjang dan sibuk menghamburkan uang kerajaan tapi aku tidak tahu bahwa ia segila ini sampai datang langsung ke rumah malam untuk memesan beberapa gadis.’ Batin si pelayan setelah mengirim gadis pesanan pangeran kembali ke tempatnya.


“Pangeran apa yang harus kami lakukan?” tanya salah seroang gadis yang tubuhnya paling terekspos.


Edward tersenyum ramah kemudian meletakkan beberapa botol anggur di meja. “Minumlah dulu gadis yang paling banyak menghabiskan minuman itu akan menemaniku malam ini.” Edward menggoda dengan wajah rupawan nya sembari mengedipkan sebelah matanya menggoda para gadis.


Para gadis langsung berteriak kegirangan dan mulai mengesap minuman beralkohol yang disajikan khusus untuk mereka.


“T-tuan minuman ini sepertinya sedikit lebih kuat.” Ucap salah seorang gadis sambil berjalan sempoyongan ingin mendekati Edward tapi sayangnya terjatuh setelah beberapa langkah karena mabuk.


“Hummm.” Edward tersenyum manis, “Ini minuman khusus untuk kalian, jadi tidurlah sampai besok ya.” Gumamnya sambil berjalan meninggalkan para gadis-gadis yang sudah tidak sadarkan diri di lantai.


...***...