
“Lihat matanya, serigala biasa memiliki warna mata hitam atau abu-abu tapi serigala yang dibawa oleh Edward ini memiliki mata merah,” Aelfric menjelaskan pada Damian sambil menunjuk ke arah mata serigala yang dibawa Edward.
Damian mengangguk paham dan mulai melihat perbedaan serigala biasa dengan serigala yang dibawa Edward ke gua mereka.
“Jadi mau kalian apakan dia?” tanya Aelfric penasaran.
“Mau dibakar sebagai makanan ekstra untuk kita,” jawab Edward singkat dan meletakkan serigala itu di dekat perapian yang telah dibuat Zeyden sebelumnya.
“Baiklah, aku akan membuat tempat pembakarannya agar cepat matang,” Damian menurut dan mulai mengeluarkan pedangnya dan membuat alat panggangan dari kayu.
“Kalau begitu aku akan mengupasnya dan memotong dagingnya menjadi bagian-bagian kecil agar cepat matang saat di masak nanti,” ucap Zeyden yang ikut menimpali.
“Lakukan semau kalian,” jawab Duke Leonard singkat kemudian duduk di depan perapian untuk mengeringkan pakaiannya yang tadi basa karena ia bilas di sungai.
Mereka tidak mempedulikan wajah serigala yang Edward bawa kini berubah muram karena ketakutan dan semakin menggulung badannya untuk menyembunyikan wajahnya.
“Tak”
Terdengar suara Damian memotong-motong kayu mengubahnya menjadi tusukan-tusukan kecil sebagai alat panggangan yang ia buat dari kayu.
“Pofft”
Tiba-tiba serigala tadi berubah bentuk menjadi manusia, mereka berlima fokus melihat wujud nya yang kini berubah menjadi manusia tapi warna matanya tetap berwarna merah dan masih memiliki taring di giginya.
“A-apa ka-lain te-tetap akan memakan ku?” tanyanya dengan suara terbata-bata karena masih ketakutan.
“Tentu saja,” jawab Aelfric dingin dan tersenyum, sementara yang lainnya kembali sibuk melakukan pekerjaan masing-masing.
Dilihatnya Duke Leonard menambah kayu masuk ke dalam api dan membuat api semakin berkobar dan berhasil membuat serigala tadi semakin terpekik ketakutan.
“Apa kalian benar-benar akan memanggang ku?” tanyanya lagi untuk memastikan sementara Aelfric hanya mengangguk mengiyakan.
“Bukankah manusia hanya memakan hewan pemakan rumput seperti kijang, rusa atau kelinci?” tanyanya dengan gugup.
“Siapa yang memberitahumu hal kanyol seperti itu? Kami bahkan memakan beruang, harimau bahkan serigala sepertimu ya walaupun aku belum pernah memakan serigala manusia tapi aku pernah memakan serigala biasa, kalian berdua dari jenis yang sama berarti rasanya tidak akan jauh berbeda bukan,” jawab Damian bersungguh-sungguh membuat serigala tadi semakin terdiam.
“To-tolong jangan bunuh saja,” ucapnya lirih dan menegang karena takut.
“Kenapa kami harus menolong mu? Kau memakan kuda-kuda kami dan sebagai akibatnya besok kami harus berjalan kaki sampai ditujuan kami,” jawab Aelfric yang sepertinya sangat menikmati perannya yang mengancam manusia serigala yang sekarang mereka tawan.
“I-itu, itu bukan aku!” teriaknya membela diri.
“Kalau bukan kau siapa lagi?” Aelfric menghakimi seenaknya.
“Itu teman-temanku dan aku terpisah dari mereka, saat aku akan menyusul mereka laki-laki itu melemparku dengan belati dan menangkap ku. Jadi bukan aku yang bembunuh kuda-kuda milik kalian.”
“Bukankah kalian hanya tinggal di hutan hitam, jadi kenapa kalian tiba-tiba meninggalkan hutan hitam dan merusak hutan yang tenang seperti ini?” tanya Duke Leonard dan yang lainnya segera meninggalkan pekerjaan mereka dan ikut duduk di dekat Duke Leonard yang terdengar sedang mengintrogasi manusia serigala yang di tangkap oleh Edward.
“Seorang manusia masuk ke hutan hitam dan membuat kekacauan bahkan membuat penguasa hutan hitam marah dan mengamuk, amukannya membuat separuh penghuni hitam ketakutan karena dapat membunuh semua makhluk hidup hingga membuat sebagian penghuni hutan hitam memilih untuk pergi mencari tempat tinggal baru.”
“Memangnya siapa yang menguasai hutan hitam? Iblis? Setan? Monster? Atau hewan yang paling kuat di antara kalian?” Tanya Damian penasaran.
“itu, aku tidak tahu. kami belum pernah melihatnya, tapi walaupun kami belum pernah melihatnya dan tidak tau bagaimana bentuknya kami semua dapat merasakan auranya yang sangat kuat jadi sebelum kekacauan terjadi kami memilih untuk keluar dari hutan hitam.”
“Benarkah seperti itu?” tanya Zeyden lagi yang juga ikut penasaran.
Manusia serigala itu mengangguk dengan cepat menjawab pertanyaan Zeyden.
“Tapi kenapa aku tidak bisa merasakannya?”
Zeyden melepaskan sihirnya menyebar ke seluruh penjuru, mencari tahu kebenaran yang dikatakan manusia serigala itu tapi ia tidak bisa merasakan apa-apa bahkan di hutan hitam sekalipun.
“Iya aku juga tidak bisa merasakan apa-apa,’’ Ucap Aelfric yang juga bisa mencari informasi karena memiliki kemampuan menggunakan elemen angin.
“Dia benar-benar kuat dan bisa menyembunyikan auranya, mungkin dia hanya memperlihatkan aurnya pada seluruh penghuni hutan hitam untuk memberi peringatan agar tidak membuat masalah.”
“Yasudah kalau begitu,” Zeyden tidak ambil pusing, “Ayo kita makan saja dan beristirahat untuk perjalanan panjang kita esok hari.”
Mereka berlima kembali mebiarkan manusia serigala itu sendiri dan tidak lagi memperdulikannya, mereka menikmati makan malam hasil buruan Edward.
“Grroowwlll......”
“Kau lapar?” tanya Zeyden saat mendengar suara perut keroncongon dari arah serigala tadi.
Ia mengangguk cepat kemudian melap air liurnya dengan pundaknya yang kini terus menetes dari mulutnya.
“Kalau begitu makan ini,” Zeyden memberikan potongan daging sisa padanya dan segera dia makan dengan lahap.
“Sumbat mulutnya jika telah menghabiskan makanannya?” ucap Edward membertahu Zeyden.
“Kenapa?”
“Berbahaya jika saat kita tertidur nanti dia malah melolong memanggil kawanannya.”
Mendengar perkataan Edward membuat Zeyden mengerti dan segera mengangguk paham.
“Tunggu! Tunggu! Jangan disumbat aku akan kesulitan bernafas nanti,” serigala tadi protes saat Zeyden akan menutup mulutnya dengan kain.
“Kau tidak dengar apa yang tadi dia katakan? Kita hatus menyumbat mulutmu.” Ucap Damian memberitahu dan kini membantu Zeyden untuk memenganginya agar mulutnya bisa ditutup.
“Tidak, tidak, aku janji aku tidak akan melolong. Aku mohon jangan sumbat mulutku.”
Zeyden melihat kearah Edward meminta pendapat tapi Edward malah menatap Duke Leonard untuk meminta jawaban.
“Kalau begitu tidak usah disumbat, tapi jika kau melolong makan lidah dan kepalamu akan aku potong,” ucap Duke Leonard tegas sementara manusia serigala segera mengangguk paham dan setelah itu suasana kembali tenang tidak ada lagi percakapan di antara mereka karena fokus dengan pemikiran masing-masing.
“Namaku Farkas,” ucap serigala itu memecah kesunyian dan memperkenalkan dirinya sendiri.
“Tidak ada yang tanya dan tidak ada yang mau tahu.” Ucap Aelfric kesal karena ia tiba-tiba berbicara sendiri.
“Aku berasal dari hutan hitam dan terpisah dari kewananku, mereka meninggalkanku.” Ucapnya memberitahu keadaanya.
Karena takut lidahnya benar-benar dipotong oleh Aelfric ia cepat-cepat menutup mulutnya dan kembali diam.
“Kalian semua beristirahatlah dan kumpulkan energi untuk perjalanan besok.”
“Apa kita tidak membagi jam jaga untuk malam ini Tuan Duke?” tanya Damian pada Duke Leonrd.
“Tidak usah malam ini kalian semua beristirahatlah, biarkan serigala itu yang berjaga aku yakin indra pendengaranya masih bagus. Jika kau merasakan ada yang aneh maka melolonglah.” Ucap Duke Leonard memberikan perintah pada Farkas.
Farkas mengangguk mengiyakan dan yang lainnya kemudian menuruti perkataan Duke Leonard dan segera mencari posisi tidur yang nyaman kemudian segera tertidur.
...
“Apa yang terjadi?” Tanya Nicholas pada Winter yang baru saja kembali dari hutan hitam.
Terlihat beberapa prajurit pulang dengan kondisi mengenaskan dan Winter sendiri terluka pada bagian lengannya.
“Ini buruk tiba-tiba saja terjadi kekacauan di hutan hitam dan membuat penghuni hutan hitam yang tadinya tidak pernah menampakkan dirinya menjadi berkeliaran dimana-mana.” Jawab Winter sembari membantu prajurit yang lainnya yang terluka lebih para darinya.
“Kau menemukan Yasmine?”
“Tidak, aku tidak menemukannya dimana pun. Sepertinya dia pun telah menjadi korban ganas para penghuni hutan hitam yang sedang dalam kekacauan seperti itu, dia tidak mungkin selamat.
“Nicholas segera buat surat peringatan bahaya dan laporkan hal ini pada raja Daylen agar mengeluarkan pengumuman resmi.”
“Baik,” Nicholas segera paham dan dengan terburu-buru segera kembali ke ruangan kerja ayahnya menuliskan surat pemberitahuan pada masyarakat dan laporan penting pada raja Daylen, setelah selesai menuliskan suratnya Nicholas segera meminta pengawal untuk mengirimkannya.
“Sudah kau buat?” tanya Winter yang masuk ke dalam ruangan.
“Sudah, dan aku juga telah meminta penjaga mengirimkannya. Aku tidak membawakan suratnya secara langsung pada Raja Daylen karena tidak bisa meninggalkan mansion selama ayah ku tidak ada.”
“Iya kemu telah mengambil keputusan bagus, kau telah berekja keras Nicholas,” Winter memuji kerja keras Nicholas yang berusaha menggantikan posisi ayahnya dengan susah payah.
“Apa tanganmu tidak apa-apa?” Tanya Nicholas saat melihat separuh lengan Witer kini telah sepenuhnya diperban.
“Apa tidak sebaiknya kita panggilkan dokter dari kerajaan?” Tanyanya lagi karena tidak tega melihat Winter yang terlihat kesulitan untuk bergerak.
“Tidak perlu, lukaku akan segera sembuh jika dirawat dengan baik.”
“Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Aku harap lukamu lekas sembuh.”
“Terimakasih, Nicholas.”
“Bagaimana kabar Leathina?” Tanya Winter penasaran karena tidak melihat Leathina selama beberapa hari akibat terlalu sibuk.
“Dia masih sama,” Jawab Nichola datar dan kembali sibuk mengurusi dokumen-dokumen penting yang menumpuk di depannya.
Setelah Nicholas berbicara tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi, keduanya sibuk mengurusi dokumen-dokumen penting yang harus segera mereka selesaikan.
Surat yang dikirimkan Nicholas pada kerajaan telah sampai dan telah dibaca oleh raja Daylen, karena surat itu Raja Daylen kemudian segera melakukan rapat darurat dengan petinggi-petinggi kerajaan.
“Bukankah ini tugas Duke Leonard untuk melindungi kerajaan!” ucap para petinggi tegas menuntut hasil pada keluarga Yarnell.
“Benar, dia yang mengambil penuh dan mengendalikan militer kerajaan kenapa kita bisa kecolongan seperti ini.” Ucap yang lainnya tidak setuju.
“Kalian tenang lah, jangan langsung menyimpulkan seperti itu. Bukankah Duke Leonard telah melakukan hal yang tepat, mereka secara pribadi mesuk ke hutan hitam untuk mencari kriminal dan beruntung karena mengetahui keadaan hutan hitam yang kacau hingga membuat kita mengambil langkah waspada terlebih dahulu sebelum bahaya itu masuk menyerang ke kerajaan.” Ucap Tuan Alfred yang juga mengikuti pertemuan darurat yang diadakan oleh raja Daylend.
“Ayah aku akan pergi ke kediaman keluarga Yarnell untuk memastikan berita ini, jika memang ini benar kenapa berita penting seperti ini tidak dikirimkan secara langsung dan malah dibawa oleh seorang pengawal,” Ucap Yardley sedikit tidak meyakini kebenaran surat yang dikirmkan oleh pengawal dari kediaman Yarnell.
“Betul kata pangeran.”
“Iya aku setuju, kita harus memeriksa kebenarannya karena selama ini tidak ada masalah dengn hutan hitam tapi kenapa tiba-tiba menjadi tidak terkendali setelah mereka masuk ke sana.”
“Mungkin ini adalah siasat Duke Leonard untuk meruntuhkan kerajaan, karena dia memiliki posisi yang sama pentingnya dengan raja dia menjadi besar kepala karena hal itu apa lagi dia yang mengendalikan militer kerajaan.”
Raja Daylen terdiam cukup lama untuk menyimak pembicaraan para petinggi kerajaan dan dengan cepat ia paham ke arah mana pembicaraan yang sedang berlangsung panas itu.
Mereka menggunakan keadaan yang tidak stabil itu untuk mengadu domba dirinya dengan Duke Leonard dengan menuduh Duke Leonard yang dengan sengaja mengguncang penghuni hutan hitam agar menyerang kerajaan, dan jika ia termakan hasutan mereka maka yang akan memakan untung adalah mereka yang dapat melakukan korupsi seenaknya.
Selama ini yang mereka takuti hanyalah Duke Leonard yang memegang penuh kemiliteran negara, bisa dikatakan bahwa Duke Leonard adalah tiang dari kerajaan. Selama Duke Leonard masih hidup dan keluarga Yarnell masih berdiri mereka yang ingin berbuat curang tidak akan bisa hidup dengan tenang dan berbuat semau mereka, maka dari itulah kenapa mereka mati-matian ingin menghancurkan kejayaan keluarga Yarnell.
“Yang mulia, anda harus memikirkan hal-hal penting seperti ini, anda seharusnya tidak terlalu mempercayai Duke Leonard.”
“Benar sekali, anda harus tetap berhati-hai padanya.”
“Pemikiran kalian semua sangat jeli.” Ucap Raja Daylen setelah lama terdiam, dan membuat para petinggi sumringah karena berhasil meruntuhkan pertahanan raja Daylen yang terlalu mempercayai Duke Leonard.
“Laporan ini tetap akan kita jadikan sebagai prioritas kita sekarang, lebih baik bersiap untuk melindungi rakyat walaupun kebenarannya masih di pertanyakan.”
“Baik kami paham yang mulia raja Daylen. Tapi anda harus tetap mempertimbangkan pendapat kami anda tidak boleh terlalu mempercayai lagi Duke Leonard.” ucap mereka hampir bersamaan.
Raja Daylen mengepalkan tinjunya karena merasa geram mendengar pendapat para petinggi yang terdengar tidak masuk akal dan siapapun akan langsung tahu bahwa sekarang mereka sedang menghasutnya dan menjadikannya sebagai pemimpin boneka jika ia benar-benar terhasut.
“Baiklah,” raja Daylen tersenyum dan kembali tenang karena tidak ingin terlihat terlibat pada siapa-siapa.
“Aku paham, jadi dengan kata lain kalian semua telah menuduh Duke Leonard melakukan pemberontakan pada kerajaan bukan?”
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Raja Daylen mereka semua malah memalingkan wajah ke arah lain karena tidak ingin mengambil resiko.
“Aku tanya apa kalian sekarang menuduh Duke Leonard sebagai pemberontak?!” tanya Raja lagi dan kali ini sedikit menaikkan intonasi suaranya.
“Bi-bisa dibilang seperti itu Raja,” Jawab mereka terbata-bata karena takut.
“Baiklah,” Raja Daylen kembali tenang, “Aku akan memberikan kesempatan pada kalian untuk menunjukkan bukti nyata pemberontakan Duke Leonard pada kerajaan. Tapi, jika kalian tidak dapat membuktikannya sama sekali maka status kebangsawanan kalian akan aku cabut serta kalian dan seluruh anak cucu kalian akan aku masukkan ke dalam penjara bawah tanah karena telah menuduh kepala keluarga lain sebagai pemberontak.”
“Raja tidak sampai sepeti itu, ka-kami hanya ..”
“Pertemuan kali ini cukup sampai disini! Kalian kembalilah.” Raja Daylen dengan tegas mengakhiri pertemuan, tidak ia pedulikan para petinggi kerajaan yang terus memohon agar perintahnya tadi segera ia cabut kembali dan segera meninggalkan mereka yang kini tengah panik karena benar-benar harus membuktikan pemberontakan yang dilakukan oleh Duke Leonard.
...***...